Yuri Honig Trio, Mengibur dengan Bahasa Jazz

By on January 28, 2004

JAZZ sebagai sebuah bahasa berhasil didefinisikan secara gamblang oleh trio asal Belanda, Yuri Honing Trio, Senin (26/1) malam, di Erasmus Huis, Jakarta. Kekuatan musik mereka, yang oleh BBC Magazine disebut “consistently thoughtfull and definitely swinging”, membuat ratusan penonton yang memenuhi ruang pertunjukan tersebut terpesona.

Pengalaman dan skill trio ini tampak dari kematangan mereka ketika memainkan setiap komposisi. Message In The Botlle, misalnya, yang pernah dipopulerkan oleh trio asal Inggris, The Police, terdengar “berbeda”  ketika Yuri Honing (saksofon), Tony Overwater (bas akustik), Joost Lijbaart (dram) membawakannya dengan gaya mereka.

Yuri Honing Trio memang sering menambahkan berbagai unsur musik timur ke dalam komposisi mereka. Ketika komposisi Baghdad, yang kental dengan eksotisme timur tengah disajikan, trio ini berhasil menjaring penonton untuk masuk kedalam wilayah eksplorasi mereka. Joost Lijbart cukup memperkaya ritme dari komposisi ini.

Bermain-main dengan wilayah musik Timur, seperti yang ditawarkan Yuri Honing Trio, memang bukan hal yang baru di ranah musik jazz. Pat Metheny, misalnya, pernah melakukannya di komposisi Above The Treetops — pada komposisi ini Pat mengawinkan lagu tradisional Kamboja dengan petikan gitarnya yang menawan. Ritme Afrika yang kental juga ditambahkan Dave Grusin di komposisi Remember Africa.

Trio ini juga berhasil membawakan dengan baik komposisi standar, Happy House, milik saksofonis legendaris Ornette Coleman. Lengkingan saksofon Yuri seperti mengingatkan kita kepada gaya permainan Coleman. Komposisi yang diambil dari album Broken Shadows milik Coleman ini, semakin menunjukan kualitas permainan Yuri dan trionya.

Pengalaman mendukung berbagai musisi besar, seperti ABBA, The Police, Michiel Borstlap, Charlie Haden, Bjork, hingga grup rock alternative, Greenday, memang memberikan kontribusi yang berarti dalam perjalanan karir Yuri Honing Trio. Pertunjukan mereka malam itu — yang menyajikan komposisi seperti Isobel, Fritz, The Beauty of Reason, Waterloo, adalah bukti dari kesungguhan mereka dalam bermusik. (yollismn)