Unsur Afro-Kuba Dalam “Initiation”

By on July 21, 1999

“….Impeccable!” Itulah yang dikatakan Alphonse Mouson mengomentari musik dari Anatholi Bulkin. Gitaris yang satu ini memang belum begitu dikenal di Indonesia. Padahal, komposisi-komposisi jazz yang ditawarkannya cukup atraktif dan menarik. Kira-kira itulah yang tampak dalam album terbarunya: “Initiation” (1999), bersama trio-nya: Anatholi Bulkin (gitar), Anders Hentze (drum), dan Jonas Reingold (bas). Sebuah album jazz progresif yang kaya dengan unsur-unsur budaya Afro-Cuba.

Bulkin dilahirkan di Swedia, 33 tahun lampau. Belajar jazz di Conservatory of Music di Malmo, Swedia, dan memiliki gelar akademis MFA (Master of Fine Arts in Music). Komposisi-komposisi jazz yang dihasilkannya lumayan banyak, dengan teknik permainan yang kaya dengan unsur-unsur budaya Afrika, tempatnya menetap selama beberapa tahun lamanya. Kecintaannya pada budaya benua hitam tersebut akhirnya memberikan inspirasi baginya untuk memakai corak lukisan Afrika dalam sampul CD terbarunya.

Ketika menetap di Afrika, Bulkin juga sempat rekaman komposisi-komposisi tradisional dengan musisi-musisi lokal, seperti Anders Ahlin dan Eva Saether. Keduanya banyak berkecimpung dalam musik-musik asli Afrika. Tidak hanya itu. Bulkin juga telah melakukan rekaman dengan banyak musisi jazz dari Afrika, Banglades, Swedia, Finlandia, Kuba, Brazil, hingga Denmark.

Ada dua belas komposisi yang ditawarkan oleh Anatholi Bulkin Trio dalam album terbaru mereka. Pesan-pesan humanisme universal ditawarkan dengan harmonisasi yang menarik. Untuk komposisi “Children (Life is an Open Sky)“, misalnya, Bulkin mengkomunikasikan sebuah pesan moral tentang kehidupan. Kehidupan yang dijalani oleh banyak anak-anak miskin Afrika yang hidup bebas di alam terbuka. Petikan gitarnya yang melodius, semakin menguatkan tema komposisi tersebut. Sedangkan dalam komposisi Tripitaka, Bulkin menawarkan pesan transedental yang agung.

“Saya mencintai apa yang telah saya kerjakan. Saya bermain musik, menulis komposisi musik, dan bekerja keras untuk itu. Dan saya mendapatkan kesenangan karenanya,” ujar Bulkin dalam press release-nya, yang dikirimkan kepada Horizon-line.Com, awal Juli lalu.

Komposisi-komposisi jazz progresif yang ditawarkan oleh trio ini kaya dengan ritme-ritme dan unsur musik Afro-Kuba yang eksotis. Agaknya inilah yang dijual dalam album menarik ini. Itulah sebabnya pengaruh musik etnik Afrika mendominasi sebagian besar komposisi di album ini. Nah, selamat dan sukses, Bung Bulkin! (ymn)