Trisum 1st Edition, Ekspresi Musikal Tiga Gitaris

By on May 11, 2007

Siapa menyangka, penampilan kelompok Trisum di Taman Ismail Marzuki, pada akhir tahun 2005 lalu mendapat sambutan yang sangat baik dari penggemar musik di tanah air. Ketika itu, Dewa Budjana, Tohpati, dan I Wayan Balawan tampil di satu panggung. Penonton terpesona. Maka, permintaan untuk terus tampil bertiga terus berdatangan.

Trisum pertama kali digagas oleh Dewa Budjana dan Tohpati. Didukung I Wayan Balawan, trio ini terus eksis dan sempat melakukan tur ke beberapa kota beberapa waktu lalu. Maka, April 2007 lalu album Trisum – 1st Edition dirilis ke pasar musik tanah air oleh SonyBMG.

Yang menarik, di album perdana Trisum ini, pihak SonyBMG memproduksinya dalam dua format, yaitu CD Reguler dan CD Deluxe. Perbedaannya, pada CD Deluxe terdapat bonus berupa DVD The Making of dari album Trisum.

Album 1st Edition turut didukung oleh sejumlah musisi handal, yaitu Indro Hardjodikoro (electric bass), Sandy Winarta (drum), Eugen Bonty (clarinet), Bang Sat (seruling), dan Jalu Pratidina (kendang). Musisi-musisi inilah yang kerap tampil bersama Trisum di setiap pertunjukannya.

Menikmati musik Trisum di album ini bagaikan mendengar dialog tiga pendekar gitar dengan gaya yang berbeda. Simak permainan mereka pada komposisi Cublak-cublak Suweng yang jenaka, misalnya, atau Kr. Kemayoran — karya Ismail Marzuki, yang menjadi begitu “berbeda”.

Budjana, Tohpati, dan Balawan memang bukan gitaris kemarin sore. Itulah sebabnya, penjelajahan musikal yang coba ditawarkan di album ini layak Anda simak. Dengarkan komposisi Mahabrata, misalnya, yang kental dengan unsur etnisnya atau medley komposisi Caka dan Lukisan Pagi yang melodius.

Komposisi karya Balawan, Mainz in My Mind, juga sangat menarik untuk disimak. Balawan tampak dominan pada komposisi ini. Dan, ketika tiba saatnya, Budjana dan Tohpati langsung mengganti dominasi teknik tapping dari Balawan dengan pola permainan gitar yang mereka miliki.

Tampilnya Trisum di jagat musik Indonesia mengingatkan kita pada hal serupa yang pernah dilakukan oleh pendekar gitar dari genre musik Rock, yaitu Joe Satriani, Steve Vai, Ingwie Malmsteen, dan John Petrucci, yang berkolaborasi merilis beberapa album live G3. Di ranah musik jazz, kita juga pernah menikmati kolaborasi John McLaughlin, Paco de Lucia, dan Al DiMeola, yang juga sempat merilis album akustik.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati permainan gitar dari tiga gitaris tanah air,  yang memiliki pola permainan dan gaya yang berbeda, maka album Trisum – 1st Edition layak Anda jadikan referensi. (ymn)