Thelonious Monk untuk WordPress 3.0

By on June 21, 2010

Sebagai sebuah platform blogging, yang kini menjelma menjadi sebuah Content Management System (CMS), WordPress baru saja merilis versi teranyarnya, WordPress 3.0 Thelonious. Benar, versi WordPress kali ini terinspirasi dari musisi jazz serba bisa, Thelonious Monk.

Ada beberapa perubahan penting yang terjadi di WordPress 3.0, di antaranya adalah fitur Custom Post Types, yang memungkinkan kita untuk melakukan cutomize halaman tertentu saat posting teks, foto, quote, chat, hingga audio. Selain itu Menu Management, yang memungkinkan kita untuk melakukan kombinasi antara link internal, link ke website lain, atau kategori yg kita inginkan melalui drag & drop interface.

Fitur menarik lainnya adalah digabungnya WordPress dan WordPress MU, yang memungkinkan Anda merilis multi site hanya dengan satu instalasi WordPress saja. WordPress versi terbaru juga menghadirkan sebuah theme baru, yaitu Twentyten sebagai default theme-nya..

Thelonious Monk dianggap sebagai salah satu musisi terpenting dalam sejarah jazz. Monk memiliki gaya improvisasi unik dan memberi banyak kontribusi terhadap repertoire jazz standard, antara lain Epistrophy, Round Midnight, Blue Monk, Straight No Chaser dan Well, You Needn’t. Monk yang juga dikenal dengan nama Melodius Thunk kerap dianggap sebagai pencipta gaya bebop. Dia juga sukses menciptakan sebuah musik dengan aturan, logika dan kejutan-kejutan baru.

Monk tumbuh besar di New York dan mulai bermain piano pada usia sekitar lima tahun dan memperoleh pekerjaan tur pertamanya saat menemani seorang pendeta. Monk sangat terinspirasi oleh permainan seorang pianis terkenal Harlem saat itu James P Johnson yang kebetulan juga adalah tetangganya. Namun, saat Monk tampil bersama Minton Playhouse band tahun 1940-1943, dia mulai mencari gaya dan cirri khasnya sendiri.

WordPress memang sering menggunakan nama-nama musisi jazz sebagai nama versi terbarunya. Mulai dari Miles Davis, John Coltrane, Duke Ellington, Charles Mingus, hingga Art Blakey. Sang pencipta WordPress, Matt Mullenweg juga seorang pencinta jazz sejati. Nah, Anda juga pengguna WordPress? Jangan lupa meng-upgade ke versi Thelonious Monk. (yollismn)

Info lengkap tentang Thelonious Monk