Tampil Menawan, Simak Dialog Menghibur Bogor

By on May 14, 2000

SIMAK Dialog kembali memukau publik jazz Indonesia. Kali ini, grup jazz yang dimotori oleh Riza Arshad itu, memukau penggemarnya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/5). Sekalipun penonton yang memadati Hotel Salak, Bogor, tak begitu banyak, Simak Dialog masih mampu menghangatkan suasana dengan enam komposisi andalan mereka. Maka, penonton pun hanyut dalam ritme jazz yang diketengahkan.

Pertunjukkan yang bertema “Bogor Jazzy Nite” ini, dibuka oleh penampilan tujuh band lokal. Komposisi yang dihidangkan para musisi jazz belia tersebut cukup beragam, sekalipun tak menyajikan jazz “yang sebenarnya”. Meski demikian, ada juga grup lokal yang terlihat menampilkan aransemen yang sedikit bernafaskan jazz. “Kami tak berani mengaku bahwa kita adalah kelompok jazz, tapi kami berusaha untuk memainkan jazz,” ujar pemain bas dari kelompok Jazpar.

Sebagian besar komposisi yang ditawarkan oleh musisi-musisi muda tersebut bertema fusion, dari Casiopea, Spyrogira, hingga komposisi “daur ulang” milik The Beatles, Come Together yang dibawakan dengan sangat menarik. Kelompok Kahyangan, misalnya, terlihat atraktif mengaransemen ulang komposisi “Rio Funk“, milik Lee Ritenour.

Bogor All Star Band, yang juga tampil malam itu, terlihat kompak. Agaknya, kelompok yang didukung oleh musisi-musisi jazz senior dari Bogor ini, mencoba menawarkan sesuatu yang lebih serius. Komposisi yang coba diusung adalah jazz standar yang cukup populer. Di antaranya adalah Misty, dan Come With Me. Kelompok jazz yang dikomandani oleh Maman Viole ini terlihat cukup matang.

Simak Dialog, yang menutup pertunjukan malam itu, tetap menunjukan kelasnya. Enam komposisi — diambil dari dua album milik mereka — sanggup menggugah penonton, yang didominasi oleh kaum muda itu. Dengan menarik, komposisi seperti Tidak Mutlak, Perjalanan Pulang, Untuk Diingat, Kata Hati, dan sebuah komposisi bertitel Nardys, menghibur penonton yang memang sangat menantikan penampilan mereka. Di akhir acara, misalnya, masing-masing personil sempat menunjukan kepiawaiannya. Maka, aplaus penonton — kebanyakan duduk melantai — pun tampak membahana. (ymn/roullandi)