Surabaya Jazz In The City Festival

By on September 20, 2006

Kota yang pernah menjadi gudangnya musisi jazz kini kian menebarkan Aroma jazz dimana-mana. Usaha untuk mengembalikan citra Surabaya sebagai barometer musik jazz mulai nampak. Tengoklah program musik jazz yang digelar pada hari Sabtu (18/9), yaitu malam final Surabaya Jazz In The City Festival (SJTCF), yang dilangsungkan di Vista Sidewalk Cafe, Garden Hotel Surabaya.

Festival yang diselenggarakan oleh C-Two Six (komunitas jazz Surabaya) dan didukung oleh Dji Sam Soe Premium Jazz mendapatkan tanggapan positif dari komunitas jazz di Surabaya.

Meskipun baru pertama kali dialksanakan, ajang kompetisi musik jazz ini diikuti 10 peserta dari Surabaya dan dari beberapa kota lainnya. “Ini adalah langkah awal untuk menyelenggarakan festival yang lebih besar”, kata cak Rudi dari C-Two Six. Selain itu, festival ini dilaksanakan untuk merangsang munculnya  musisi-musisi jazz muda, dan mengembalikan Surabaya sebagai gudangnya musisi jazz .

SJTCF didukung oleh sejumlah dewan juri yang terdiri dari Bubi Chen, Elanda Yunita (musisi jazz Jakarta) dan Dadang (dari komunitas jazz C Two Six) memilih 5 grup jazz yang lolos ke babak grand final yaitu Barakuda, Jazz Friend, B1 plus, Ovel Jazz Quartet dan New Orange.

“Sangat sulit untuk memilih, dan mereka semua tampil luar biasa, mulai dari aliran fussion, funk, bebob sudah dimainkan semua. Saya bangga melihat anak muda yang mulai tertarik dengan jazz,”  ujar Elanda Yunita salah satu juri pendukung acara tersebut.

Sesuai kesepakatan Dewan Juri , juara pertama diraih oleh kelompok Jazz Friend, sedangkan juara kedua dimenangkan oleh Barakuda. Pemenang ketiga adalah Ovel Jazz Quartet, disusul B1 plus, dan New Orange sebagai pemenang kelima.

Rencananya, SJTCF akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Setelah penentuan pemenang, acara dilanjutkan dengan tampilnya bintang  tamu Elanda Yunita (keyboard) dan Sue Bonnington (vokal), yang main bareng dengan Base Twenty. Mereka memainkan beberapa komposisi jazz berbagai genre, mulai dari samba, fusion,  hingga funk.

Tak mau kalah  dengan Elanda Yunita dan Sue Bonnington, meskipun hanya memainkan satu lagu, sang maestro, Bubi Chen tampil luar biasa dengan ciri khasnya memainkan solo piano dengan cepat. “Ajang seperti ini harus rutin diadakan, dari sinilah kita mendapat jazzer-jazzer baru Surabaya,” kata om Bubi. Jazz lovers yang hadir  pada malam itu sangat terpuaskan oleh penampilan kedua bintang tamu. (Kontributor/Foto : Donny L, Surabaya)