Suara Al Jarreau Membius Penonton

By on June 21, 2000

LUAR BIASA! Itulah kira-kira gambaran yang dapat diberikan untuk seorang Al Jarreau, pada konsernya di Jakarta Covention Center (JCC), Balai Sidang, Jakarta, Selasa malam (20/6). Penampilan Jarreau, terbilang sangat menarik dan enerjik. Scat singging-nya, menyihir sekitar 3000-an penggemarnya yang memadati panggung. Balai Sidang, malam itu, adalah milik psikolog, yang baru saja merilis albumnya, “Tomorrow Today” ini. Al memang menguasai panggung malam itu dengan daya sihirnya yang penuh pesona.

Penyanyi yang pernah menyabet 5 Grammy Award ini memang tak muda lagi. Usianya telah memasuki 60 tahun. Namun, jangan salah, dalam hal kualitas vokal, tak bisa dianggap enteng. Konsernya di JCC dimulai dengan sederetan improvisasi khasnya, scat singing, yang langsung membius penonton. Nama Peter Basuki, dedengkotnya Buena Produktama, bisa dirubah Al menjadi sebuah nada nan jazzy. Begitu pula dengan A Mild Production, yang menjadi sponsor utama konser itu. Setelah puas “bermain” dengan improvisasi dadakan tersebut, Al kemudian membuka pentas dengan komposisi “Mornin‘”.

Setelah komposisi pembuka dinyanyikan oleh Al, sederetan komposisi-komposisi andalannya — diambil dari album lawas dan album barunya — lalu didendangkan. Sebut saja So Good, Since I Feel For You, High Crime, We’re In This Love, After All, Take Five. Al juga sempat berduet dengan penyanyi jazz Indonesia yang tengah naik daun, Syaharanie, dan membawakan komposisi yang diambil dari album terbarunya, Just To Be Loved – I Will Be There. Syaharanie tampak bisa mengimbangi seorang maestro seperti Al.

“Saya cukup bangga bisa tampil bersama Al Jarreau,” ujar Syaharanie seusai pertunjukan kepada Horizon-line.Com. Menurutnya, latihan yang dilakukan bareng penyanyi yang juga seorang Master di bidang Psikologi itu, hanya sekitar sepuluh menit. “Ini memang kesempatan yang jarang terjadi,” lanjut Rani. Dan, tampaknya, Al juga sangat puas dengan penampilan Rani, dan sempat memuji vokal Rani.

Al memang masih memiliki vokal yang sangat prima. Lebih dari 2,5 jam, Al dengan sangat piawai berhasil mengolah kekuatan vokalnya dibarengi dengan kekuatan “bahasa tubuhnya”, yang menjadi sebuah hiburan tersendiri. Penonton, tanpa sadar, berhasil dibawa Al menuju pesan dari setiap komposisi. Agaknya Al menerapkan sentuhan psikologis dalam setiap konsernya. Dan penonton ternyata bisa memahami “bahasa” yang ditawarkan oleh Al.

Setelah sempat mundur ke belakang panggung selama dua kali, Al akhirnya kembali menghibur penonton. Teriakan We Want More…akhirnya memaksanya untuk tampil kembali. Penonton tampaknya masih tetap “haus” dengan apa yang ditawarkan oleh Al, yang malam itu turut didukung oleh Christ Walker (bas), Freddie Ravel (keyboard), Ross Bolton (gitar), Jo Morelli (drum), Arno Lukas (perkusi), Joseph Turano (saksofon), dan penyanyi latar Deborah Davis – Vacher.

Penonton semakin terpesona, ketika komposisi “Spain” akhirnya dilantunkan Al, yang juga menjadi komposisi penutup malam itu. Penonton berjingkrak di depan panggung dengan bersemangat, sambil mengikuti lirik komposisi tersebut. Spain memang masih memiliki kekuatan tersendiri, dan menjadi komposisi yang paling ditunggu malam itu. Komposisi yang juga pernah dimainkan dengan sangat menarik oleh Chick Corea Acoustic Band ini, akhirnya berhasil memaksa penonton untuk meninggalkan panggung.

Konser Al Jarreau, agaknya menjadi puncak dari sederetan konser beberapa musisi jazz yang secara bergantian manggung di Tanah Air, seperti George Benson, David Benoit, dan saksofonis Dave Koz. Berbeda dengan musisi-musisi terdahulu, Al memang memiliki “nilai jual” yang lebih. Komposisi-komposisinya cukup akrab di telinga pencinta musik Indonesia. Tak hanya bagi penggemar jazz semata. Itulah sebabnya, pihak Buena, sampai menggelar konser Al di JCC. Dan, sebagai promotor, pihak Buena tampak profesional mengemas konser dari penyanyi sekaliber Al Jarreau. (yollismn)