Shelomita Buktikan Bisa Menyanyi

By on April 17, 2001

Mempunyai orangtua dengan nama besar tidak selamanya enak. Itu yang dialami Shelomita, penyanyi yang belum lama ini mengeluarkan album debutnya. Ia mengemukakan, kehadirannya di blantika musik sering dihubung-hubungkan dengan ketenaran ibunya, Marini, seorang bintang film yang cukup terkenal.

Baik Shelomita maupun Marini telah mengantisipasi hal itu. Yang menjadi beban bagi Shelomita, ia harus membuktikan kepada masyarakat, dirinya memang mempunyai kemampuan.

Kesan “miring” terhadap Shelomita, apakah bisa menyanyi atau tidak, sebetulnya dapat ditepis lewat album debutnya. Sebagai pendatang baru, Shelomita cukup mempunyai kelas.

“Saya memang memberi dorongan dan motivasi, tetapi tidak pernah ikut campur tangan. Saya ikhlas dan mendukung pilihan Mita. Kalau bakatnya menyanyi, mengapa tidak. Toh, sekolahnya sudah selesai,” kata Marini tentang karier putrinya. Shelomita saat ini sedang berbulan madu ke mancanegara.

Lewat lagu Langkah karya Hanin dan Lukman Sardi, putri Marini itu menunjukkan kemampuannya sebagai penyanyi. Ia dapat menyanyikan dengan cukup sempurna lagu yang diaransir oleh Andi Rianto itu. Judul lagu itu pulalah yang dijadikan judul albumnya.

Jika mendengar semua lagu dalam albumnya, kita dapat menyimpulkan ia memiliki materi vokal yang baik dan unik. Sayangnya, secara teknis rekaman albumnya kurang sempurna. Musik yang menjadi pengiring Shelomita bernyanyi terasa lebih dominan sehingga menenggelamkan suara penyanyi pendatang baru itu.

Piano
Shelomita tidak hanya memiliki suara cukup bagus. Ia juga pandai bermain piano. Jadi, musikalitas dalam dirinya tidak perlu diragukan lagi. Apalagi ia telah memiliki cukup pengalaman dalam hal tarik suara sebelum memutuskan untuk bersolo karier. Ia pernah menjadi penyanyi latar dalam pertunjukan kelompok Slank, Imanez dan Dewa 19. Jadi, pengalaman dunia panggung sudah dimilikinya. Ia bukan penyanyi karbitan.

Shelomita belajar mengolah vokal pada Bertha. Bertha mengatakan, Shelomita menderita sinus yang tergolong serius. “Rongga sinus sangat dekat dengan urusan suara. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana terganggunya Shelomita saat menyanyi. Tetapi hal itu seperti tidak dirasakannya. Ini bukti, Shelomita memang memiliki kemauan keras,” kata Bertha.

Bertha, dikenal sebagai penyanyi jazz standard, menilai warna vokal muridnya itu sangat cocok untuk lagu jazz, jenis musik yang tidak asing bagi Shelomita. “Tetapi semua ‘kan tahu jazz tidak memiliki banyak peminat. Bisa-bisa Shelomita tidak pernah rekaman jika menunggu produser yang tertarik pada musik jazz,” kata Bertha.

Musik yang disuguhkan Shelomita sendiri kental dengan nuansa pop. Namun ada juga lagu yang bernuansa jazz, yaitu Prahara Cinta karya Randi Anwar/Megia Awaludin. Lagu itu diaransemen oleh Harikrish. Lagu yang pernah dibawakan Imaniar dan Elfa’s Singer tahun 1987 ini disuguhkan Shelomita dalam corak jazz a la kelompok musik Manhattan Transfer.  (Oleh: Eddy Koko)

Sumber: Harian Suara Pembaruan, 1 Agustus 2000