Semarak Jazz di Bulan November

By on November 6, 2001

Bulan November ini, pencinta jazz Indonesia dimanjakan dengan beragam pertunjukan jazz. Pelaksananya pun berbeda-beda. Ada acara jazz tahunan, seperti Jazz Goes To Campus dan Jazz 52 tahun UGM, ada juga even jazz temporer yang digelar oleh pusat-pusat kebudayaan asing yang ada di Indonesia, misalnya Pusat Kebudayaan Belanda dan Goethe Institut Jakarta. Maka, yang diuntungkan — tentu saja — adalah Anda, pencinta jazz.

Jazz Goes to Campus (JGTC), misalnya, tahun ini kembali dilaksanakan dengan serangkaian pertunjukan jazz dan kegiatan amal. Pada pelaksanaan yang ke-24 ini, pihak Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), juga menggelar Festival Musik Jazz ke-3, yang menampilkan musisi-musisi jazz muda dari berbagai kampus yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Pada puncak acara JGTC, 11 November mendatang, sejumlah musisi jazz Tanah Air, di antaranya adalah Indra Lesmana & Reborn, Tjut Nyak Deviana Daudsjah, Daya Swara & Daya Big Band, Riza Arshad & Friends, Bertha, Syaharani, hingga Benny Likumahua & Friends, dipastikan hadir dan mendukung acara tersebut.

Sementara itu, di Yogyakarta, tepatnya di kampus Universitas Gajah Mada (UGM), pada 14 November juga dilaksanakan sebuah acara menarik, bertajuk “Jazz 52 Tahun UGM”. Acara yang digagas oleh Fakultas Ekonomi UGM ini, rencananya, akan menampilkan musisi-musisi jazz Indonesia, seperti : Ireng Maulana Combo (Ireng Maulana, Idang Rasjidi, Didiek SSS, Yance Manusama, Bintang Indrianto, Dullah Suweileh, dan Karim Suweileh) dengan vokalis Syaharani dan Margie Segers. Mus Mujiono & Friends juga akan tampil dengan vokalis tamu, Ruth Sahanaya.

Tradisi jazz di kampus UGM, seperti diungkapkan Hery Nugroho – salah satu tokoh jazz UGM, sebenarnya telah dimulai sejak 1987. Ketika itu, para tokoh muda dari Fakultas Ekonomi UGM, seperti A. Tony Prasetiantono, Anggito Abimanyu, dan Hery Nugroho memulainya dengan “Economics Jazz Live”, yang populer di Yogya dengan nama EJL.

Selain kedua acara menarik di atas, pada November ini, serangkaian pertunjukan jazz dan workshop akan digelar oleh Pusat Kebudayaan Belanda, di beberapa kota di Indonesia. Musisi jazz yang ditampilkan adalah Mike del Ferro, pianis jazz yang sempat mampir di Jakarta beberapa waktu lampau. Mike akan manggung di Hotel Santika, Yogyakarta (9/11), Jazz Goes To Campus (11/11), dan Erasmus Huis, Jakarta (12/11).

Goethe Institut juga tak mau ketinggalan. Lembaga kebudayaan asal Jerman ini juga akan menggelar serangkaian konser jazz, yang menampilkan musisi jazz asal Jerman, Norbert Stein dan kelompoknya, Pata Masters. Kelompok jazz asal Jerman, yang banyak yang banyak dipengaruhi oleh unsur musik tradisional Eropa ini, akan tampil di Aula Barat ITB, Jl Ganesha 10 Bandung (15/11), dan Goethe-Institut, Jakarta (15/11).

Musim jazz yang tiba pada November ini, paling tidak, menjadi penghibur bagi pencinta jazz Indonesia yang merindukan konser musik jazz yang bermutu. Pasalnya, Jakarta Intrnational Jazz Festival (JakJazz), yang pernah berjaya beberapa tahun silam, agaknya sudah “kehabisan nafas” untuk bisa digelar kembali. Maka, ketika musim jazz kembali bersemi, di penghujung tahun ini, banyak pihak yang menyambutnya. Termasuk Anda, tentunya. (ymn)

Foto: