Regent Jazz Meet, Margarita Beraroma Jazz

By on June 8, 2000

Suasana lobi The Regent Jakarta, Sabtu malam (4/6) pekan lalu, tampak lebih ramai. Kemewahan terpancar pada susana panggung jazz yang ditata dengan menarik. Empat hari berturut-turut, lobi hotel berbintang itu ditata menjadi sebuah panggung jazz. Belasan musisi jazz senior Indonesia, dan dua vokalis asal AS, hadir dalam perhelatan tersebut. Inilah kerjasama The Regent Jakarta dan Ireng Maulana Associates. Maka, panggung jazz bertema “1st Regent Jazz Meet” pun digelar. Sambutan pencinta jazz tampak sangat antusias.

Malam itu merupakan puncak dari festival jazz tersebut. Adalah Alice Day, yang tampil eksentrik, membuka suasana dengan sebuah komposisi jazz standar. Berbaju merah hati, dengan asesoris yang antik, Alice, penyanyi jazz asal Florida itu, membuka suasana pesta yang tampak meriah dengan sajian Margarita, khas The Regent Jakarta. Pengunjung yang berasal dari kalangan mapan ini terlihat menikmati alunan suara Alice. Dengan diiringi dentingan piano, “The First Lady of Jazz” — begitu dia dijuluki di negeri asalnya — membuka pesta Margarita malam itu.

Berturut-turut, setelah penampilan Alice, musisi-musisi jazz senior Indonesia melanjutkan dengan sajian musik jazz standar. Dimulai dengan Idang Rasjidi, Jefry Tahalele, Dullah Suweleh, Ermy Kulit, dan Karim Suweleh. Kiboud Maulana kemudian menggantikan Idang dkk., yang kemudian berkomunikasi dengan penonton dengan petikan gitarnya. Alice pun tampak tak mau ketinggalan. Vokalis jazz wanita ini kemudian naik ke atas pentas dan berimprovisasi dengan scat singing-nya. Suasana semakin panas. Ireng Maulana kemudian bergabung, dan jam session pun dimulai.

Secara umum penampilan para musisi jazz senior Indonesia dan Alice Day, boleh dibilang, cukup menarik untuk disimak. Cover charges sebesar Rp. 150 – 200 ribu habis terjual. Suasana lobi hotel, yang tidak terlalu besar, tampak semakin sempit karenanya. Alice memang seorang penyanyi jazz yang piawai mengolah vokalnya. Penyanyi bertubuh subur ini juga cepat beradaptasi dengan musisi-musisi jazz Indonesia. Komposisi Amazing Grace, misalnya, tiba-tiba menjadi begitu mempesona ketika dibawakan Alice. Jam session akhirnya tercipta antara Alice dan para musisi jazz senior. Sebelumnya, Alice sempat “berkomunikasi” dengan Dulah Suwelleh, yang memainkan perkusi, di awal komposisi.

Festival jazz pertama yang dilakukan The Regent Jakarta ini bisa dikatakan cukup sukses. Pihak Regent, yang tampak profesional melayani para pencinta jazz malam itu, telah menjadi tuan rumah yang baik. Padahal, kualitas sound system tak begitu bagus, terutama saat Ireng Maulana & Friends tampil. Untunglah, jam terbang dari mereka lumayan tinggi. Dengan demikian hal tersebut bisa diatasi.

Penonton agaknya terpuaskan dengan sajian yang dihadirkan. Minuman Margarita, yang menjadi hidangan utama malam itu, terasa semakin ekselusif dan mewah. “Ini merupakan pemanasan menjelang JakJazz 2000,” ujar Ireng Maulana, kepada Horizon-line.Com. Pihaknya, memang sedang mengusahakan agar even jazz tersebut bisa dilaksanakan tahun ini. Dan, sekali lagi, selamat untuk The Regent Jakarta! (ymn)