Nick Mamahit
Nama Lengkap : Nicholas Maximilian Mamahit | Tanggal Lahir : Jakarta 30 Maret 1923
Meninggal : Jakarta, 3 Maret 2004
Pianis jazz Nick Mamahit, lahir dari pasangan indo, Ayah Lodewijk Maurits, keturunan indo-belanda, dan ibu Louisa Johanan van Opdurp, wanita Minahasa keturunan Belgia-Belanda. Bakat musiknya menitis dari sang ayah, yang mahir memainkan flute. Nick terlanjur jatuh cinta dengan musik. Ini terlihat ketika sang ayah memintanya memainkan piano dihadapan Vootbal Verniging Minahasa(VVM) - sebuah klub sepakbola .
Nick Mamahit lalu mengenyam pendidikan musik secara formal di Amsterdam Music Conservatory, mulai tahun 1944, dan berhasil mendapatkan Staatssexamens voor Muziek, semacam sertifikat Negara dalam bidang Musik.
Ketika pulang ke tanah air kembali, Nick membentuk trio jazz The Progresive pada tahun 1950-an, terdiri atasi Dick Abel(gitar) Van Der Capellen(bass) dan Nick Mamahit pada piano. The Progressive merilis album di perusahaan rekaman Irama milik mas Yos.
Setelah Trio ini bubar, Nick lalu merekrut Jim Espehana (bass) dan Bart Risakotta (drums) membentuk trio baru dengan nama “Irama Spesial”.
Nick Mamahit merilis album bertajuk “Sarinande‘” (1956), dengan mengaransemen lagu-lagu rakyat dan tradisonal seperti Ajo Mama, Sarinande, Inang Sarge - Leleng Ma Hupaima, Gunung Salahutu, Rayuan Pulai Kelapa, Tari Pajung- Kaparinjo, O, Ina Ni Keke termasuk Dibawah Sinar Bulan Purnama karya Maladi.
Dilanjutkan dengan merilis album bertajuk ” Rindu” ( 1961), dengan lagu lagu rakyat, di antaranya Potong Bebek - Nona Manis - Sipatokaan, Gambang Suling, Rindu, Dengkleung, Do’a dan Restumu, dan Tidurlah Intan.
Diluar musik Jazz, Nick juga memiliki intuisi dalam musik pop. Tahun 1973, komposisi karya Nick yang dibawakan Broery Marantika, “Cinta Abadi” (Love Eternally), berhasil memenangkan Festival Lagu Populer Indonesia yang pertama kali diadakan, dan mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival, Budokan Hall, Tokyo, Jepang. Tapi tak meraih penghargaan sedikit pun.
DISKOGRAFI:
1. Irama Special – The Progressive (Irama, 1952)
2. Irama Quartet – The Progressive (Irama,1954)
3. Sarinande – Nick Mamahit (Irama,1956)
4. Rindu –Nick Mamahit (Irama, 1961)
5. Padamu –Nick Mamahit (Hidayat,1975)
6. Music From The Jakarta Mandarin Hotel –Nick Mamahit (Atlantic Record,1982)
(Denny Sakrie/Horizon-line.Com)

Dengarkan Radio Jazz. Live 24 Jam!