Dullah Suweileh

Nama Lengkap : Abdullah Suweilleh | Tanggal Lahir : Surabaya, 12 Oktober 1944
Meninggal : Jakarta, Maret 2008

Pemusik kelahiran Surabaya ini sebetulnya bukan berasal dari keluarga pemusik.”Ayah saya seorang pedagang.Tapi kami suka musik” cerita almarhum semasa hidupnya. Dullah mulai bermain musik pada usia 13 tahun dengan bermain musik sebagai percussionist di Band sekolahan di Surabaya. Saat itu dia baru duduk di bangku SMP. Lalu, dilanjutkan  di bangku SMA, dengan ikut pada  beberapa  Lomba Musik antar sekolah.

Pada tahun 1972, Dullah menjadi drummer dan bermain di Bali Beach Hotel, Sanur, Bali. Disini dia bermain bersama Almarhum Alex Faraknimela (piano,keyboard), Boece Karamoy (bass) dan Ria Faraknimela (vokalis). Setahun kemudian, bersama bandnya yang semula menetap di Bali, kemudian hijrah ke Jakarta dan dikontrak main di Hotel Kartika Plasa. Di hotel tersebut, bercokol pula beberapa musisi Jazz Indonesia  kawakan seperti Nick Mamahit dan Jack Lesmana. Jack Lesmana yang kemudian mengajak Dullah dan Alex Faraknimela, mengisi program acara  Jazz “Nada dan Imptrovisasi”  di TVRI, bahkan diajak  pula ke studio rekaman  dan menghasilkan sederet musik Pop Jazz Indonesia.

Dullah Suweileh merupakan kakak dari Karim Suweileh, dan adik dari Awad Suweileh, yang dulunya merupakan pemain perkusi yang sering bermain dengan musisi jazz Indonesia di Surabaya, dan Hotel Indonesia di Jakarta. Pada tahun 1974, Dullah yang telah berketetapan hati hanya ingin bermain musik, memutuskan untuk hijrah dari Surabaya, kota kelahirannya menuju Jakarta. Kuliahnya yang telah sampai di Tingkat III, Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya, akhirnya ditinggalkannya.

Di Jakarta, Dullah main bersama musisi jazz yang sebelumnya main bersama Awad Suweileh. Pada akhirnya,  Dullah Suweileh  memang menggantikan posisi Awad yang tidak betah tinggal di Jakarta.

Secara perlahan, nama Dullah mulai dikenal sebagai pemain perkusi yang handal. Dullah terlibat langsung dalam berbagai pertunjukan dan rekaman album jazz. Mulai dari Jack Lesmana, Ireng Maulana, Abadi Soesman, dan masih banyak lagi.

Tahun 1983 , Dullah diajak Ireng Maulana sebagai penabuh perkusi dalam dalam ‘Ireng Maulana All Star’, bersama Hendra Wijaya, Benny Mustafa, Benny Likumahuwa, Rony Isani, Trisno, hingga Karim Thess. Pada 1985, Dullah diajak memperkuat kelompok jazz baru, Bhaskara, untuk tampil di North Sea Jazz Festival, Den Haag, Belanda.

Keikutsertaan dalam International Jazz Festival terus berlanjut, hingga keempat  kalinya. Pada tahun 1991, bersama group band yang sama, kemudian merilis 3 album rekaman. Dullah Suweileh pernah beberapa kali dikontrak main  di Hongkong dan Singapore, dengan group band dari Spanyol, Los Cabaleros atau Bandoleros.

DISKOGRAFI :
1. Bhaskara’86 – Bhaskara (Aquarius, 1986)
2. Lady Bird – Bhaskara (Bulettin Record, 1987)
3. Puteri – Bhaskara (Lolypop, 1991)

(Denny Sakrie/Horizon-line.Com)