Thelonious Sphere Monk

(10 OKtober 1917 – 17 Februari 1982)
.Thelonious Monk
Thelonious Monk dianggap sebagai salah satu musisi terpenting dalam sejarah jazz. Monk memiliki gaya improvisasi unik dan memberi banyak kontribusi terhadap repertoire jazz standard, antara lain Epistrophy, Round Midnight, Blue Monk, Straight No Chaser dan Well, You Needn’t. Monk yang juga dikenal dengan nama Melodius Thunk kerap dianggap sebagai pencipta gaya bebop. Dia juga sukses menciptakan sebuah musik dengan aturan, logika dan kejutan-kejutan baru. Namun, sebelum kesuksesannya Monk sempat menjalani masa-masa sulit selama beberapa puluh tahun. Dia diremehkan sebelum akhirnya diakui sebagai musisi jenius.

Monk tumbuh besar di New York dan mulai bermain piano pada usia sekitar lima tahun dan memperoleh pekerjaan tur pertamanya saat menemani seorang pendeta. Monk sangat terinspirasi oleh permainan seorang pianis terkenal Harlem saat itu James P Johnson yang kebetulan juga adalah tetangganya. Namun, saat Monk tampil bersama Minton Playhouse band tahun 1940-1943, dia mulai mencari gaya dan cirri khasnya sendiri. Pada rekaman-rekaman awal Monk, permainan pianonya terdengar mirip aksi Teddy Wilson namun menggunakan lebih banyak ritme dan harmoni.

Dia pernah bekerja sebentar dengan Lucky Millinder pada tahun 1942 dan dengan Cootie Williams Orchestra pada tahun 1944. Namun, baru pada saat dia menjadi pianis regular Coleman Hawkins nama dan kemampuan Monk benar-benar mencuri perhatian. Bersama Hawkins, Monk melakukan debut rekamannya dan meski beberapa penggemar Hawkins mengeluhkan gaya permainan piano Monk yang eksentrik, Hawkins tetap merasa bahwa Monk bakal menjadi legenda jazz di masa depan.

Antara tahun 1945-1954 adalah masa-masa sulit bagi Monk. Karena gayanya yang tak biasa, banyak penggemar jazz menganggap Monk adalah pianis inferior. Komposisi karya Monk sangat modern dan terlalu maju untuk ukuran sat itu. Bahkan sejumlah musisi bepop, kecuali Dizzie Gillespie dan Charlie Parker, Monk adalah musisi gila. Selain itu, nama Thelonious Monk juga terdengar aneh, penampilannya yang sangat menyukai topi dan sifatnya yang introvert semakin mengukuhkan label gilanya. Untungnya, Alfred Lion dari perusahaan rekaman Blue Note berpikir sebaliknya dan percaya akan kemampuan Monk. Dia memproduksi rekaman Monk antara tahun 1947-1948 dan 1951-1952. Monk juga masuk dapur rekaman Prestige selama 1952-1954. Meski demikian, belum banyak pekerjaan untuk Monk dan harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya.

Peruntungan Monk perlahan berubah. Pada tahun 1955, dia menandatangani kontrak dengan Riverside dan produser Orrin Keepnews mendesaknya untuk merekam karya-karya Duke Ellington dan satu komposisi standard sehingga musik Monk bisa lebih diterima penggemar jazz pada umumnya. Pada tahun 1956 dirilislah album klasik Brilliant Corner, namun baru pada tahun berikutnya kondisi Monk benar-benar berubah. Monk menandatangani kontrak jangka panjang dengan Five Spot dan dia bermain dalam sebuah kuartet untuk mengiringi pemain saksofon tenor John Coltrane. Akhirnya, penggemar dan kritikus jazz mengakui kehebatan Thelonious Monk. Gaya unik yang beberapa tahun sebelumnya dicemooh, pada tahun 1957 mulai mendapat penggemar. Dalam waktu singkat Monk menjadi selebriti dan status ini tetap melekat selama karirnya.

Tahun 1962, Monk menandatangani kontrak dengan Columbia dan dua tahun kemudian wajahnya menjadi sampul majalah terkenal, Time.  Sepanjang decade 1960-an Monk melakukan tur secara regular dan tampil bersama para legenda jazz pada tahun 1971-1972. Di tengah-tengah kesuksesannya tiba-tiba Monk menyatakan pension tahun 1973. Monk menderita penyakit mental dan dia menghabiskan sisa hidupnya dalam pengasingan. Pada 17 Februari 1982 Monk meninggal setelah menderita stroke dan dimakamkan di pemakaman Ferncliff, Hartsdale, New York. Tahun 1993, mendiang Monk dianugerahi penghargaan Grammy Lifetime Achievement dan tahun 2006 memperoleh Pulitzer Prize Special Citation. (ervan/ymn/dari berbagai sumber)