Oscar Emmanuel Peterson

(15 Agustus 1925 – 23 Desember 2007)
.

Oscar PetersonMusisi jazz asal Kanada ini dikenal sebagai penulis lagu dan pianis. Legenda jazz Duke Ellington menjuluki Peterson sebagai “Sang Maharaja Keyboards”. Sementara kawan-kawan dekatnya memanggil dia O.P. Selama karirnya, Peterson merilis lebih dari 200 album, memenangkan tujuh penghargaan Grammy dan memperoleh berbagai pengghargaan dan medali sepanjang kariernya. Peterson dianggap sebagai salah satu pianis terhebat sepanjang sejarah musik jazz yang sudah tampil dalam ribuan konser di seluruh dunia selama 65 tahun.

Peterson tumbuh di lingkungan Little Burgundy, Montreal, Kanada yang mayoritas penduduknya adalah warga kulit hitam. Sehingga, jazz bukanlah hal yang asing bagi Peterson. Dalam usia lima tahun Peterson mulai bersentuhan dengan musik saat mempelajari terompet dan piano. Di usia tujuh tahun, setelah sempat terkena tubercolosis, Peterson mencurahkan semua perhatiannya ke piano. Ayahnya, Daniel Peterson, seorang peniup terompet dan pianis amatir adalah guru pertamanya. Sementara, kakak perempuannya mengajari Peterson mengenal permainan piano klasik. Di masa kanak-kanaknya, Peterson juga belajar piano dari pianis kelahiran Hungaria Paul de Marky, sehingga dasar permainan pianonya sangat kental dengan nuansa klasik. Namun, Peterson sangat tertarik pada tradisional jazz dan ragtime khususnya boogie-woogie. Saat itu, Peterson dijuluki the Brown Bomber of the Boogie-Woogie.

Pada usia sembilan tahun, permainan piano Peterson sudah memukau para musisi professional. Hal itu tak mengherankan sebab Peterson melatih kemampuannya selama lima sampai enam jam setiap hari hampir sepanjang hidupnya. Hanya di tahun-tahun terakhirnya dia mengurangi jam latihannya menjadi satu atau dua jam saja. Tahun 1940, saat Peterson menginjak usia 14 tahun, dia memenangkan kompetisi musik nasional yang diselenggarakan oleh Canadian Broadcasting Corporation. Kemenangan ini membuatnya yakin untuk meninggalkan bangku sekolah dan benar-benar focus pada musik. Dia kemudian memang menjadi pianis professional yang tampil setiap minggu di radio, hotel dan gedung-gedung musik.

Produser musik jazz, Norman Granz mencium bakat besar Peterson pada tahun 1949 dan tak lama kemudian menghadirkan remaja Kanada itu sebagai bintang tamu dalam konser Jazz at the Philharmonic. Setahun kemudian, Peterson sudah masuk dapur rekaman, dan merekam sejumlah duet misalnya dengan pemain bass Ray Brown atau Major Holey dan  lagu Tenderly versi Oscar Peterson menjadi hit. Bakat Peterson memang luar biasa. Namanya bahkan menjadi nama band saat dia membentuk band trio dengan gitaris Barney Kessel dan Brown pada tahun 1952. Kessel kemudian digantikan Herb Ellis, dan trio Peterson-Ellis-Brown adalah salah satu band jazz terkenal tahun 1953-1958.

Saat Ellis meninggalkan band tahun 1958, Peterson memutuskan tidak ada gitaris lain yang bisa menggantikan Ellis. Posisi gitaris ini kemudian diisi drummer Ed Thigpen. Berbeda dengan band terdahulu, dalam trio Peterson-Brown-Thigpen penampilan sang pianis menjadi sangat dominant. Trio ini bertahan hingga 1965. Tahun 1960, Peterson mendirikan sekolah lanjutan untuk musik kontemporer di Toronto yang hanya berjalan selama tiga tahun. Kemudian Peterson menghasilkan rekaman piano solo perdananya tahun 1968. Tahun 1972, Peterson kerap tampil bersama gitaris Joe Pass dan bassis Niels Pedersen dan tampil di banyak album rekaman. Petersonmenghasilkan lima album duet bersama pemain terompet Dizzie Gillespie, Roy eldridge, Harry ‘Sweets’ Edison, Clark Terry dan John Faddis. Dia juga menghasilkan dua album duet piano bersama Count Bassie.

Selain kemampuan teknik yang mumpuni, kemampuan Peterson menulis lagu juga sangat luar biasa. Tahun 1964 dia menulis dan merekam Canadiana Suite yang sangat impresif itu. Peterson ternyata tak hanya piawai memainkan piano akustik, namun dia juga sangat lihai dalam memainkan piano elektrik, sesekali organ dan bahkan clavichord yang langka. Satu dari rekaman vokalnya yang langka tahun 1965 berjudul With Respect to Nat terdengar jelas bahwa warna suara Peterson sangat mirip dengan suara Nat King Cole.

Setelah mengarungi karir musik yang panjang, Oscar Peterson harus meninggalkan dunia musik selama hampir dua tahun akibat terserang stroke. Namun, sesekali Peterson tetap tampil di sejumlah konser meski tangan kirinya melemah. Tahun 1995, Peterson baru kembali lagi sepenuhnya ke dunia musik jazz, dan masuk dapur rekaman. Dua tahun berikutnya dia menerima penghargaan Grammy for Lifetime Achievement, dan International Jazz Hall of Fame Award. Hal ini menunjukkan bahwa, Peterson selalu dianggap sebagai salah satu musisi jazz terbaik dalam sejarah. Bahkan, seorang politisi dan pianis amatir Kanada, Bob Rae, mengatakan meski hanya dengan satu tangan Oscar masih lebih baik dari pianis lainnya.

Kesehatan Peterson menurun drastis pada 2007, hingga harus membatalkan penampilannya di Festival Jazz Toronto 2007,  dan penyerahan penghargaan di Carnegie Hall padan tahun yang sama. Pada 23 Desember 2007, Peterson meninggal dunia akibat gagal ginjal di rumahnya Mississauga, Ontario. Dia meninggalkan tujuh anak, istri keempatnya Kelly dan putrid mereka yang lahir tahun 1991, Celine. (ervan/ymn/dari berbagai sumber)