Edward Kennedy “Duke” Ellington

(29 April 1899 – 24 Mei 1974)

.
Duke Ellington Sebagai musisi, Duke Ellington dikenal sebagai salah satu tokoh jazz paling berpengaruh di Amerika Serikat. Dia adalah salah satu musisi kulit hitam paling terkenal di abad ke-20. Selain menghasilkan banyak rekaman, Ellington juga membintangi beberapa film. Ellington dan kelompok orkestranya secara rutin melakukan tur di Amerika Serikat dan Eropa sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Reputasinya semakin tinggi setelah kematiannya. Dia menerima berbagai penghargaan salah satunya penghargaan khusus dari Pulitzer Prize Board.

Duke Ellington lahir pada 29 April 1899 di Washington DC. Kedua orang tuanya James Edward Ellington dan Daisy Kennedy Ellington dikenal sebagai pemain piano. Dari kedua orang tuanya inilah, Duke mewarisi bakat bermusiknya. Pada usia tujuh tahun, Duke mulai belajar piano. Meski mulai belajar piano, pada awalnya Duke lebih tertarik pada baseball ketimbang musik. ”Presiden Roosevelt sesekali datang menunggangi kudanya dan berhenti untuk melihat kami bermain baseball,”kenang Duke suatu ketika.

Saat remaja, Duke menjalani pekerjaan pertamanya sebagi penjual kacang, pada saat pertandingan baseball klub Washington Senators. Beberapa pekerjaan berikutnya juga tak satupun yang bersinggungan dengan musik. Namun, bakatnya bermusik tidak hilang. Pada tahun 1914, saat Duke bekerja sebagai pengaduk soda di kafe Poodle Dog, dia menulis komposisi pertamanya yang berjudul Soda Fountain Rag yang juga dikenal dengan judul Poodle Dog Rag. Saat itu, Duke menciptakan komposisi ini dengan ‘telinga’ sebab dia belum pernah belajar menulis lagu.

Dalam otobiografinya, Music is my Mistress (1973) Duke mengatakan pada awalnya dia menganggap dirinya tak berbakan memainkan piano, sehingga dia tidak terlalu antusias belajar piano. Setelah beberapa waktu, kondisi itu berubah. Pada usia 14 tahun Duke sering menyelinap ke Frank Holiday’s Poolroom dan di sana dia mendengar sejumlah musisi bermain piano. Inilah yang kemudian menumbuhkan minatnya terhadap piano dan mulai belajar piano lebih serius.

Duke kemudian mulai melihat dan meniru gaya para pianis ragtime, tak hanya di Washington DC, tapi juga hingga ke Philadelphia dan Antlantic City saat dia berlibur dengan ibunya. Guru musik SMU Dunbar, Henry Lee Grant bahkan memberinya les privat soal harmonisasi musik. Dengan bimbingan tambahan dari pianis terkenal asal Washington, Oliver ‘Doc’ Perry, Duke mulai belajar membaca partitur, menampilkan gaya professional dan meningkatkan tekniknya.

Duke juga terinspirasi dengan pertemuannya dengan James P Robinson dan Luckey Roberts, para legenda jazz masa itu. Selanjutnya Duke mulai manggung di berbagai kafe dan klub malam di sekitar Washington DC dan mulai menyadari bahwa dirinya ternyata sangat mencintai musik. Kecintaannya terhadap musik semakin besar sehingga dia berani menolak beasiswa seni di Institut Pratt, Brooklyn pada tahun 1916. Dia bahkan keluar dari Amstrong Manual Training School tempat dia mempelajari seni komersial.

Antara tahun 1917 dan 1919, Duke memulai karir musiknya, meski bisa dikatakan masih sebagai musisi paruh waktu. Di siang hari dia berprofesi sebagai perancang gambar-gambar iklan dan di malam hari dia bermain piano. Dia juga bekerja sebagai pengantar surat untuk Angkatan Laut AS dan Departemen Dalam Negeri. Duke benar-bernar terjun ke bisnis musik pada akhir 1917 dan membentuk band pertamanya, The Duke Serenaders. Dalam grup ini, Duke juga berperan sebagai agen. Aksi panggung pertamanya dengan The Duke Serenaders adalah di True Reformers Hall dan saat itu dia dibayar 75 sen dollar.

Selanjutnya, Duke manggung hampir di seantero Washington DC dan mulai menembus pesta-pesta pribadi dan acara-acara kedutaan besar di sekitar Virginia. Penampilan The Duke Serenaders ternyata tak hanya  memukau komunitas kulit hitam tapi juga warga kulit putih, sebuah hal yang sangat langka di saat  rasialisme warna kulit masih sangat kental di Amerika Serikat. Karir Duke Ellington terus meroket sehingga dia akhirnya merasa sudah saatnya menikahi kekasihnya sejak SMU, Edna Thompson pada tahun 1918. Pasangan ini dikaruniai putra semata wayang Mercer Kennedy Ellington yang setelah kematian Duke memimpin orkestra yang didirikan sang ayah.

Sepanjang hidupnya, Duke Ellington memperoleh banyak penghargaan. Antara lain Grammy Lifetime Achievement Award 1966. Antara tahun 1959-1999, Duke mengoleksi 12 Grammy Award, 9 album dan singlenya masuk dalam Grammy Hall of Fame Award dan berbagai penghargaan musik lainnya. Selain itu, Duke juga memperoleh sejumlah penghargaan dari pemerintah misalnya Presidential Medal of Honor dari Pemerintah AS tahun 1969 dan Legion of Honor dari Pemerintah Prancis 1973.

Duke Ellington meninggal dunia pada 24 Mei 1974 karena penyakit kanker paru-paru dan pneumonia, sebulan setelah ulang tahunnya ke-75. Upacara pemakamannya di Katedral St John the Divine dihadiri 12.000 orang. Duke Ellington dimakamkan di pemakaman Woodlawn, Bronx, New York. (koko/ymn/berbagai sumber)