Charles Mingus

(22 April 1922 – 5 Januari 1979)

.
Charles MingusCharles Mingus adalah seorang pemain bass, penulis lagu dan pianis jazz handal asal Amerika Serikat. Selain dikenal sebagai musisi, Mingus juga dikenal luas sebagai aktivis yang menentang praktik ketidakadilan rasial. Di antara para musisi jazz, Mingus bisa dikatakan sebagai musisi papan atas dan telah menghasilkan banyak album bermutu. Banyak musisi yang pernah bergabung dengan band yang dipimpinnya selanjutnya memiliki solo karir yang cemerlang. Mingus juga memiliki kemampuan mengasah bakat musisi muda.

Sangat ambisius namun tetap membumi, seringkali sangat radikal namun sekaligus sangat tradisional. Itulah ciri musik karya Charles Mingus. Karyanya merupakan paduan berbagai elemen kehidupan yang pernah dialaminya, mulai dari unsur musik gospel, New Orleans jazz, swing, bop, musik Latin, musik klasik modern hingga jazz modern.  Pengalaman lain yang memperkaya musiknya adalah latar belakang kehidupannya yang multi kultur. Mingus lahir di Nogales, Arizona tahun 1922, namun dibesarkan di Los Angeles. Ibunya memiliki campuran darah Cina dan Inggris. Sementara ayahnya adalah hasil hubungan sang kakek dengan anak majikannya yang berdarah Swedia.

Pada awalnya, sang ibu hanya mengizinkan Mingus mendengarkan musik-musik gereja. Namun, jauh di dalam hatinya Mingus lebih menyukai jazz., terutama karya-karya Duke Ellington. Perkenalannya dengan musik dimulai saat dia belajar meniup trombone dan kemudian bermain cello. Sebagian besar teknik menggesek cello yang diperolehnya kemudian dikembangkannya saat menggunakan double bass di SMU. Sedangkan kemampuannya menulis lagu sudah terlihat sejak dia remaja. Saat itu dia sudah banyak menulis komposisi luar biasa, beberapa di antaranya sangat mirip dengan gaya Thrid Stream Jazz.

Tekanan ekonomi sempat membuat Mingus harus meninggalkan dunia musik, dan bekerja di Perusahaan Pos Amerika Serikat hingga tahun 1950, saat pemain vibrafon Red Norvo mengajaknya bergabung untuk membentuk trio Red Norvo. Kelompok ini berhasil menarik perhatian penggemar jazz dengan memperkenalkan aliran jazz West Coast.

Setelah meninggalkan trio ini, Mingus memutuskan pindah ke New York dan mulai menjalin kerja sama dengan sejumlah musisi jazz seperti Billy Taylor, Stan Getz dan Art Tatum. Mingus juga menjadi bassist di konser Masey Hall, Toronto 1953. Di sini dia tampil bersama Charlie Parker, Dizzie Gillespie, Bud Powell dan Max Roach. Kemudian untuk waktu singkat Mingus pernah bergabung bersama idolanya Duke Ellington. Bahkan, Mingus menjadi satu-satunya musisi yang pernah dipecat Ellington dari big bandnya.

Selanjutnya Mingus berupaya untuk merebut perhatian komunitas jazz. Pada tahun 1952, dia mendirikan perusahaan rekaman Debut Records bersama Roach dan Celia yang kemudian menjadi istrinya. Hingga tahun 1957 perusahaan ini banyak merekam berbagai jenis musik jazz mulai bebop hingga jazz eksperimental. Salah satu produksi Debut Records yang patut dikenang adalah sebuah album Miles Davis dan beberapa sesi solo Mingus yang menonjolkan ide-ide musiknya. Pada tahun 1956, Mingus merilis album Pithecanthropus Erectus , Mingus telah menempatkan diri sebagai penulis lagu dan bandleader  handal. Dalam decade 1960-an, Mingus menelurkan karya-karya terbaiknya misalnya album The Key, New Tijuana Moods, Mingus Ah Um, Blues and Roots dan Oh Yeah.

Upaya Mingus untuk keluar dari masalah ekonomi, dan persaingan bisnis musik hampir membuat dia kehilangan akal sehatnya. Bahkan, beberapa baris nada dalam album The Black Saint, ditulis oleh psikiaternya Dr Edmund Pollock. Mingus mengalami sejumlah kegagalan, misalnya menggelar festival jazz sendiri untuk menyaingi festival jazz Newport, konser tunggalnya di Balai Kota New York tahun 1962 yang merugi, bangkrutnya perusahaan rekaman Charles Mingus Records, kegagalan mendapatkan penerbit untuk otobiografinya Beneath the Underdog dan berbagai kegagalan lainnya membuat Mingus tak hanya patah semangat namun juga bangkrut. Dia benar-benar meninggalkan musik antara tahun 1966-1969. Dia pernah tampil pada Juni 1969 hanya karena benar-benar membutuhkan uang.

Kondisi berubah setelah menerima dana dari Guggenheim Fellowship, penerbitan otobiografinya tahun 1971 dan dirilisnya album Let My Children Hear Music membuat kepercayaan dirinya bangkit dan kembali terjun ke dunia musik. Tahun 1974 dia membentuk grup kuintet baru, diperkuat drummer Dannie Richmond bersama Jack Walrath, Don Pullen dan George Adams. Sayangnya, saat ketenaran mulai diperoleh kembali, pada tahun 1977 Mingus didiagnosa menderita penyakit Lou Gehrig dan pada tahun berikutnya dia sudah tak mampu lagi memainkan bass. Namun, meski hanya bisa duduk di kursi roda, Mingus tak kenal menyerah. Dia menerima kehormatan menggelar konser di Gedung Putih pada 18 Juni 1978.

Proyek kolaborasi terakhir Mingus adalah bersama musisi folk-rock Joni Mitchell, yang menulis lirik untuk Mingus dan memasukkan suara Mingus ke dalam rekamannya.  Mingus meninggal dunia dalam usia 56 tahun di Cuernavaca, Meksiko saat tengah menjalani perawatan. Jasadnya kemudian dikremasi dan abunya disebarkan di Sungai Gangga, India. (ervan/ymn/dari berbagai sumber)