Clorophyl, Tawarkan Acid Jazz di Album Universal

By on May 25, 2000

BANYAK cara mengungkapkan perasaan kita. Salah satunya melalui media musik. Nah, lewat musik pula, Clorophyl – kelompok anyar yang mengusung acid jazz — mencoba menawarkan konsep musik mereka kepada publik musik Indonesia. Kelompok yang telah banyak malang-melintang di berbagai panggung jazz di lingkungan kampus ini, akhirnya berhasil digaet Ahimsa, sebuah label baru yang bernaung di bawah Chico & Ira Production. Maka, album teranyar mereka, yang bertitel “Universal” dirilis.

Sebelum “dipersunting” oleh Ahimsa, Clorophyl lebih banyak berkiprah melalui berbagai panggung musik kampus. Mereka juga pernah ikutan dalam panggung JakJazz 1996, Jazz Merah Putih 1996, hingga Jazz Goes To Campus 1998. Itulah sebabnya, Clorophyl sadar betul dengan selera publik musik yang menjadi target mereka. Akhirnya, 10 komposisi bernafaskan acid jazz menjadi konsep album mereka.

Album Universal, seperti disebutkan dalam release mereka baru-baru ini, memang kental dengan warna acid jazz. Penyebabnya adalah kegemaran personilnya terhadap kelompok Jamiroquai. Tema tersebut tampak jelas dalam setiap komposisi yang ditawarkan. Alunan musik samba juga ikut memperkaya warna musik mereka, seperti pada komposisi Hanya Satu, yang tampak dinamis dengan tema cinta dalam liriknya.

Secara umum, komposisi-komposisi yang ditawarkan Clorophyl didominasi oleh lirik-lirik bertemakan cinta. Misalnya Bisik, Fi’aun, hingga Hanya Satu. Pada komposisi Fir’aun, misalnya, tema musik Timur Tengah yang eksotis, menarik untuk disimak. Simbolisasi dari individu yang otoriter menjadi pesan yang ingin sampaikan. Sedangkan untuk memberi nuansa pada komposisi tersebut, efek-efek khusus dihadirkan.

Ahimsa sendiri merupakan sebuah label baru, yang bernaung di bawah Chico & Ira Production. Melalui label inilah, musik-musik di luar jalur jazz, coba ditawarkan oleh label yang dikomandani oleh Chico Hindarto ini. Chico, agaknya cukup paham dengan selera pasar. Setelah sukses menjual jazz, promotor musik yang pernah mendatangkan Pat Metheny ke Jakarta ini, mencoba menghadirkan wajah-wajah baru di blantika musik Indonesia.

Clorophyl diperkuat oleh: Bagus Pramono (keyboard), Mohammad Nasir (vokal), Gupta Mahendra (gitar), Maradian Mawardi (keyboard), Tb. Heckman (dram), dan Enrico M. Palenkahu (bas). Diharapkan, kehadiran Clorophyl, akan memperkaya khazanah musik di Indonesia, di samping — tentu saja — menghadirkan sesuatu yang “lebih”. Album Universal adalah langkah awal yang akan menjadi tolok ukur musik mereka. Selamat, dan semoga bisa diterima oleh pencinta musik Tanah Air. (ymn)