Krisna Balagita, Hadir di Tengah Krisis

By on June 28, 1999

Malam itu, Minggu (27/6), suasana di Kampung Tenda Semanggi (KTS), tampak meriah. Penonton antusias menikmati sajian jazz yang ditawarkan. Musik jazz mingguan, yang berlabel Sunday Jazz Club Jakarta, telah memasuki edisi yang ketiga. Tampak di panggung, kelompok jazz Krisna Balagita lagi beraksi. Mereka memainkan komposisi-komposisi jazz karya sendiri. Inilah kelompok jazz anyar yang akan merilis album terbaru mereka pada awal Juli mendatang.

Kelompok jazz inilah yang menjadi bintang pada malam itu. Komposisi-komposisi jazz pun dihadirkannya. Semuanya merupakan komposisi-komposisi anyar yang terdapat dalam album terbaru mereka. Mulai dari Celik Purwo, Theree Sister, Swing Jawa, hingga komposisi manis bertitel Waiting for Darkness. Komposisi-komposisi mereka terbilang lumayan “berat”. Jazz standar agaknya corak yang ingin mereka jual kepada publik.

Krisna Balagita adalah sedikit dari kelompok musik di Indonesia yang berani berkibar dengan warna jazz. Setelah masa kejayaan kelompok jazz Indonesia di era 80-an: Karimata, Krakatau, Black Fantasy, hingga Bhaskara, dewasa ini boleh dibilang, sangat sedikit kelompok musik Indonesia yang berkibar di jalur ini. Krakatau, Simak Dialog, Java Jazz, adalah sedikit di antaranya. Lainnya? Hilang tak berbekas.

Krisna Balagita didukung oleh Krisna Balagita (piano/keyboard), Dika (bas), Edy Syachrony (drum), dan Arif (sax). Itu adalah format mereka pada malam itu. Sedangkan untuk edisi rekamannya, kelompok jazz ini didukung pula oleh Tohpati (gitar), Indro H (bas), Uce Haryono (drum), dan Dewa Budjana (gitar). “Saat ini sedang dalam tahap proses rekaman,” ujar Chico Hindarto, produser kelompok tersebut, kepada Horizon-line.Com.

Musik jazz Indonesia boleh bangga dengan kehadiran kelompok ini. Dalam waktu dekat, akan muncul pula sebuah kelompok jazz anyar. Nama kelompoknya adalah Discuss. Musisi pendukungnya adalah “muka-muka lama” di dunia jazz Indonesia. Mereka adalah: Iwan Hasan (gitar/vokal), Kiki C (bas), Iyun (drum), Krisna (keyboard), Fadhil (keyboard), Anto (sax), Eko Partitur (biola), dan Nonny (vokal).

Menurut Chico Hindarto, yang juga memproduseri album tersebut, Discuss juga melirik pasar internasional. “Album ini juga akan beredar di Italy, dengan distributor Mellow Record,” ungkapnya. Rencananya, menurut Chico, album ini akan beredar pada bulan Agustus mendatang. Sedangkan konsep musik yang ditawarkannya adalah jazz rock progresif. Tepatnya adalah: perpaduan antara John Mc Laughlin, Mahavisnu Orchestra, dan Dixie Dregs.

Nah, mari kita tunggu bersama kehadiran dari dua album jazz ini. Agaknya perkembangan musik jazz di Indonesia masih tetap bergeliat maju. Sekalipun perlahan, tapi bisa dikatakan tetap eksis di tengah krisis yang berkepanjangan ini. Mudah-mudah begitu seterusnya.Selamat! (ymn)