Konser Perdana Jamz Matra Jazz

By on November 24, 2000

MAJALAH Matra, yang pernah populer dengan even-even jazz berlabel “pendekar”, agaknya ingin mengulang kembali kisah suksesnya beberapa tahun lampau. Kali ini, majalah yang dipimpin oleh Fikrie Jufri itu merangkul Jamz dan AIRO sebagai even organizer-nya. Sebuah even jazz bulanan pun akhirnya direncanakan untuk digelar sepanjang tahun 2001 mendatang. Sebagai “pemanasan” dari keseluruhan rangkaian acara tersebut, maka pada hari Rabu (22/11) lalu, bertempat di Jamz Pub, Jakarta Selatan, acara bertajuk “9 Local Genius Jazz” digelar.Yang tampil dalam acara perdana tersebut adalah 9 musisi jazz Indonesia yang sudah punya nama, seperti Indra Lesmana, Oele Pattiselanno, Jeffrey Tahalele, Cendy Luntungan, Embong Rahardjo, Benny Likumahua, Sam Panuwon, Jacky Pattiselanno, dan Sayaharani, akhirnya menjadi bintang pada acara yang dipandu oleh Ira Sawitri itu.

Perhelatan jazz ini mendapat sambutan yang baik dari publik jazz di Jakarta. Lebih dari 150-an kursi di Jamz Pub Restaurant, terisi penuh. Penampilan 9 musisi jazz yang tampil malam itu juga tak kalah menarik. Oele Pattiselanno, yang mengawali acara malam itu tampil cool dan langsung mendapat sambutan. Begitu pula dengan Embong Rahardjo, yang tampil membawakan salah satu komposisi Herbie Hancock.

Secara berturut-turut tampil menarik muka-muka lama, seperti Cendy Luntungan, Sam Panuwon, Jacky Pattiselano, Syaharani, dan Indra Lesmana. Secara bergantian, 9 musisi jazz tersebut membawakan komposisi-komposisi standar. Yang menarik, Benny Likumahua (trombone), Embong Rahardjo (saksofon), Cendy Luntungan (drum), Oele Pattiselanno (gitar), dan Jeffrey Tahalele (bas), memukau penonton dengan komposisi “Jatuh Bangun” – komposisi dangdut yang dipopulerkan oleh Meggy Z – yang disulap menjadi sebuah komposisi jazz Latin yang enerjik.

Secara umum, pihak Matra, Jamz dan AIRO, telah menghadirkan sebuah tontonan jazz yang cukup menghibur. Sekalipun apa yang dihadirkan merupakan proyek daur ulang dari even-even jazz serupa yang pernah digelar, “9 Local Genius Jazz” cukup membuktikan bahwa sebuah even jazz yang dikemas dengan menarik, akan melahirkan atmosfir yang berbeda. Dan, sebagai sebuah perhelatan perdana, acara malam itu terbilang cukup sukses.

Apakah Matra, Jamz dan AIRO akan memghadirkan sebuah sajian musik jazz yang benar-benar baru? Jawabannya harus kita tunggu bersama. Namun, jika dilihat dari tema acara-acara jazz yang akan digelar pada tahun 2001 mendatang, di antaranya adalah Local Genius Guitarist, Indische Jazz Rock, hingga Local Genius Drummer, agaknya pihak penyelenggara cukup spesifik mengeksplorasi kekuatan individu dari musisi jazz Tanah Air. Mudah-mudahan kerjakeras ini akan membawa sesuatu yang benar-benar baru bagi perkembangan jazz di Indonesia. (yollismn)