Ketika Jazz Semakin Diperhitungkan

By on February 13, 2001

Jazz mendapat respek yang cukup tinggi di anugerah musik paling bergengsi di dunia: Grammy Awards. Tahun ini, NARAS — lembaga penyelenggara Grammy — memberi anugerah bagi karya-karya lama yang legendaris. Di bidang jazz, nama-nama besar muncul. Sebut saja Louis Armstrong – Bapak jazz yang dijuluki si mulut sampah – lewat komposisi Hello Dolly, kemudian komposisi jazz yang jadi landmark atau tonggak penting jazz dari John Coltrane, Giant Steps.

Dua komposisi ini, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (13/2), bersanding bersama 31 lagu dan rekaman, yang tahun ini beroleh kehormatan dicantumkan dalam Grammy Hall of Fame. Sang sesepuh Jazz, Armstrong, tahun ini diberi kehormatan dua kali satu untuk Hello Dolly, yang terakhir untuk kolaborasinya bersama Ella Fitzgerald tahun 1958, Porgy and Bess.

Komposisi In a Silent Way dari sesepuh fusion, Miles Davis, juga masuk dalam daftar. Selain Miles, ada nama Art Blakey lewat album Moanin, dan album Chet Baker Sings, dari Chet Baker.

Para legendaris lain antara lain adalah gitaris dahsyat Jimi Hendrix, Bob Dylan, James Taylor, Johny Cash, dll.

Komposisi Giant Step, milik John Coltrane, dipetik dari album Monk’s Music (1957), album yang jadi legenda karena melibatkan tiga nama penting, yakni pianis dan komposer, Thelonius Monk, yang bermain dengan dua master saksofon, Coltrane dan Coleman Hawkins.

Daftar komposisi yang masuk dalam lembar abadi Grammy Awards tahun ini, melengkapi 530 lagu yang sudah tercantum sejak anugerah ini digelar pertama kali, pada 1973. Komposisi dan rekaman jazz tersebut telah melewati serangkaian pemilihan yang ketat, antara lain: kualitas, segi artistik dan nilai historis dari komposisi itu sendiri. (mnh/ymn)