Jingkrak Jamie Cullum Hingga Konser Reuni

By on March 10, 2007

Perhelatan musik jazz terbesar di Indonesia, Jakarta International Java Jazz Festival 2007 (JJF), yang dilaksanakan pada tanggal 2, 3 dan 4 Maret 2007 lalu sukses dilaksanakan. Puluhan ribu pencinta jazz tanah air memadati belasan panggung yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Menyaksikan atraksi musisi-musisi jazz dunia di panggung JJF 2007 seakan tak habis-habisnya. Selama tiga hari, bertempat di panggung-panggung berpendingin udara, kita dihibur oleh ratusan musisi dengan latar belakang jazz. Sebuah atmosfir musikal yang memuaskan dahaga pencinta jazz tanah air.

Aksi panggung Jamie Cullum berhasil menyihir ribuan anak muda yang menjadi fans fanatiknya. Penampilan Jamie memang luar biasa pada Minggu malam (4/3) itu. Lihatlah apa yang terjadi ketika komposisi-komposi seperti London Skies, Get Your Way, atau Old Devil Moon, yang berhasil menyihir penggemarnya malam itu. Penonton Histeris dibuatnya.

Jamie memang fenomenal dan berhasil menarik minat anak-anak muda, generasi MTV, untuk berjingkrak dengan sentuhan musik yang dikemas dengan tema jazz. Sebuah bentuk sosialisasi jazz yang dibantu oleh industri musik global. Lihatlah gaya berpakaian dia, atau ekspresinya menginjak-nginjak tuts piano. Jamie memang berusaha menghilangkan kesan kaku dalam setiap aksi panggungnya. Dan itu diterima dengan baik oleh fans fanatiknya.

Atraksi Sergio Mendes juga tak kalah menarik. Penonton langsung histeris ketika komposisi andalannya, Mas Que Nada, dilantunkan. Komposisi yang tema liriknya tentang goyang samba, Brazil, itu masih memiliki daya pikat bagi penggemarnya. Penonton bergoyang mengikuti irama lagu.

Vokalis jazz bertubuh subur, Chaka Khan, yang populer dengan hits-nya Trough The Fire, tampil dengan totalitas yang penuh. Chaka, yang berarti api dalam salah satu rumpun bahasa di Afrika, berhasil membuktikan eksistensinya di jagat musik jazz hingga R&B.

Penampilan Marcus Miller dipadati oleh fans fanatiknya yang memang sadar betul dengan kekuatan skill individu yang ajaib dari si pencabik bas yang pernah mendukung sejumlah legenda jazz dunia. Marcus, yang tampil enerjik dengan komposisi-komposisinya, membius penggemarnya untuk tetap bertahan hingga akhir penampilannya.

Pada hari terakhir JJF (4/2), penonton juga dipuaskan oleh penampilan reuni kelompok-kelompok jazz yang pernah merajai panggung jazz tanah air di era 80-an, seperti Emerald, Karimata, dan Krakatau. Emerald, misalnya, tampil dengan dukungan penuh personilnya seperti Morgan Sigarlaki (gitar), Edwin Saladin (keyboard), Yayang (drum), Ricky Johannes (vokal), dan Roedyanto (bas).

Sang vokalis, Ricky Jo, misalnya, sempat terkesima karena banyak penggemar Emerald yang masih hafal dengan beberapa lirik lagu mereka, seperti Sudah Cukup Lama, Satu Lagi, Anganku, dan Teman Biasa. Beberapa komposisi instrumental milik Emeralad, seperti Baralek Gadang, Si Pitung, dan Edwina juga dibawakan malam itu.

Kelompok Krakatau juga melakukan konser reuni, “A Journey to Krakatau”, di panggung Java Jazz 2007, yang juga didukung oleh Ruth Sahanaya, Andien, dan Rieka Roeslan. Krakatau juga menghadirkan formasi lama mereka, yang didukung Indra Lesmana (keyboard).

Begitu pula dengan Karimata, yang tampil dengan dukungan Erwin Gutawa (bas), Denny TR (gitar), Aminoto Kosin (keyboard), dan Uce Haryono (drum). Chandra Darusman, yang kini bermukim di Jenewa, Swis, tak hadir di acara reuni ini. Formasi lawas Karimata ini tampil, menutupi konser A Tribute to Karimata, yang didukung oleh Barry Likumahuwa & Friends.

Secara umum, pelaksanaan JJF 2007 terbilang sukses. Penonton memadati JCC selama tiga hari berturut-turut. Panggung-panggung utama juga penuh sesak dijejali penonton yang harus rela antri untuk bisa menyaksikan penampilan Jamie Cullum, Sergio Mendes, Chaka Khan, atau Level 42. (ymn)

Foto-foto : Yollis M.N / Horizon-line.Com