Jingkrak Acid Jazz ala Incognito

By on May 8, 2001

Jumat (4/5) malam pekan lalu, lapangan Indoor Tenis, Senayan, Jakarta, tampak padat. Antrian panjang terlihat beberapa jam sebelum pertunjukan bertajuk Cool Fusion, yang disponsori oleh A Mild Production dan dipromotori oleh Buena Produktama itu. Ribuan penonton tampak berdesakan, berjejal kepanasan. Semuanya memiliki satu tujuan: menyaksikan penampilan kelompok acid jazz asal Inggris,  Incognito.

Incognito, yang dimotori oleh Jean-Paul ‘Bluey’ Maunick, dan didukung oleh Kelli Sae, Sarah Brown, Nia, Xavier Barnett, Paul “Tubs” Williams, Ganiyu “Gee” Bello, Ray Charless, Jef Dunn, Vin Gordon dan Peter Hinds, akhirnya berhasil memaksa penonton untuk berjingkrak mengikuti ritme musik mereka. Semua bergoyang. Komposisi seperti Everyday, Don’t Worry About The Thing, Nights Over Egypt, Deep Waters, dan komposisi andalan mereka: Still A Friend of Mine, adalah penyebabnya.

Penampilan semua personil Incognito, malam itu, layak diacungi jempol. Enerjik. Kira-kira itulah sebutan yang pas uintuk penampilan mereka. Komposisi-komposisi rancak yang ditampilkan berhasil meraih perhatian dan menyedot enerji penonton. Tidak hanya di Jakarta, kota-kota lain seperti Surabaya dan Bandung, juga menunjukan hal serupa.

Lapangan tenis Indoor Senayan, misalnya, malam itu tak ada ruang kosong yang terlihat. Sangat padat. Ribuan penonton, yang rata-rata anak muda itu, asyik bergandengan berpasang-pasangan, turut bernyanyi. Lagu-lagunya aku suka. Cara mereka bernyanyi juga asyik, ujar Vina, salah satu pengunjung yang terlihat asyik bernyanyi ditemani pacarnya, menjawab pertanyaan Horizon-line.Com.

Ketika komposisi Still A Friend of Mine terdengar, lagi-lagi, semua penonton berdiri. Bluey langsung memimpin acara. Dengan bersemangat, lelaki hitam itu langsung memandu penonton untuk bernyanyi bersamanya. Dengan kelihaiannya, penonton pun seperti tersihir untuk mengikuti semua perintahnya. Maka, sebuah koor perpaduan antara grupnya dan penonton malam itu akhirnya  berhasil dinyanyikan bersama-sama. Semua mengikuti perintah Bluey, sang pemandu.

Bluey dan kelompoknya memang berhasil membangun sebuah atmosfir acid jazz yang enerjik. Kepiawaian Incognito meramu musik yang memenuhi selera penggemarnya tak dapat dipandang sebelah mata. Incognito adalah sosok kelompok acid jazz yang memiliki penggemar yang lumayan banyak di Indonesia. Lihatlah malam itu. Tiket pertunjukan, menurut sumber Horizon-line.Com di A Mild Production, ludes beberapa hari sebelum pertunjukan. Luar biasa!

Bluey dan kelompoknya juga membawa sebuah pesan yang agaknya pas dengan kondisi bangsa Indonesia. Malam itu, dengan bersemangat, Bluey mengajak penonton untuk bersatu dan tak terpecah-belah. Suatu hari nanti, dunia menjadi satu,” ujarnya diplomatis. Penonton seperti tersadar di tengah jingkrak riang mereka.

Pihak promotor, Buena Produktama, agaknya tak ingin mengecewakan penggemar Incognito yang berada di kota-kota lain di Pulau Jawa. Yogyakarta, misalnya, akan dibuat berjingkrak pada 11 Mei, menyusul Semarang keesokan harinya. Grup yang pernah menjadi bintang di Jakarta International Jazz Festival 1997 lalu ini, memang memiliki nilai jual yang cukup  tinggi. Suksesnya rangkaian konsernya di Bandung, Surabaya, Jakarta, dan menyusul kota-kota lainnya adalah buktinya. (yollismn)