Singapore International Jazz
Festival
Upaya
Memasyarakatkan Jazz di Kota Singa
NEGARA
tetangga kita, Singapura, diam-diam akan menggelar sebuah even musik
jazz bertaraf internasional, Singapore International Jazz festival
(SIJF). Sebuah festival jazz yang menampilkan pendekar-pendekar jazz
internasional asal Amerika dan Asia Pasifik, dan akan dilaksanakan
pada 18 – 20 Mei mendatang.
Rencananya,
pendekar-pendekar jazz yang akan berlaga di even tersebut adalah Lee
Ritenour, James Moody, Slide Hampton, Eldee Young, Tuck & Patti,
Terumasa Hino, Eugene
Pao, dan Tots
Tolentino. Sedangkan musisi jazz Indonesia yang akan tampil dalam
even yang disponsori oleh Singapore Airlines, Heineken, dan American
Express itu adalah gitaris Ireng Maulana.
SIJF akan menyediakan empat panggung
pertunjukan. Panggung utamanya adalah di Singapore International
Convention and Exhibition Centre (SICEC), dan sisanya di kawasan
Suntech City: Sky Stage, Atrium Stage, dan Gazebo Stage.
Panggung-panggung ini diharapkan akan menarik sekitar 100 ribu
pengunjung untuk hadir menyaksikan musisi kesayangannya beraksi.
Adalah Jeremy Monteiro (Festival Artistic
Director), yang menjadi
perancang program dari festival jazz terbesar di Asia pada 2001 ini.
Nantinya, seperti disebutkan dalam press release SIJF,
festival ini akan mengkombinasikan jazz tradisional hingga jazz
kontemporari. Tujuannya jelas: untuk menjaring semua penikmat jazz
dari berbagai genre.
Singapura memang sangat piawai dalam mengemas
hal-hal yang berbau seni. Beragam pertunjukan kebudayaan digelar di
Kota Singa tersebut. Dan, kali ini, musik jazz mendapatkan porsinya.
Jazz memang mulai digandrungi penduduk kota bisnis itu. “Komunitas
jazz di Singapura telah mengalami perkembangan yang baik dalam
beberapa tahun ini,” ujar Dr. Les Buckley, General Manager, Asia
Pacific Breweries (Singapura), seperti disebutkan dalam rilis SIJF.
Pihak Singapore Airlines, yang menjadi
sponsor utama festival tersebut, agaknya cukup antusias menggelar
SIJF. “Ide dari
pertunjukan ini adalah untuk memperkenalkan musik jazz tidak hanya
kepada penggemarnya, tapi juga kepada publik musik di Singapura,”
ungkap Mr Huang Cheng Eng, SIA's Senior Vice President Marketing
Planning, dari perusahaan penerbangan kelas dunia itu.
Dan, masih menurut Huang,
festival tersebut diharapkan
akan semakin menumbuhkan tingkat apresiasi musik jazz di Singapura
dan sekitarnya.
Nah, bagi Anda yang tertarik, tiket
masuk ke SIJF sudah bisa dipesan mulai sekarang, dan dijual
seharga $120, $90 dan $60. Untuk informasi selengkapnya tentang
festival ini, silakan mengunjungi situs Singapore
International Jazz Festival 2001. Banyak informasi menarik
lainnya di situs tersebut. (yollismn)
|