Jakarta International Java Jazz Festival 2008 (JJF) baru saja
berlalu. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, JJF penuh sesak. Tiket
laris manis, entah melalui calo ataupun di loket resmi. JJF telah
menjelma menjadi ikon baru kaum sosialita Jakarta dan kaum berada di
Indonesia pada umumnya.
Selain penampilan musisi-musisi non jazz, seperti Bobby Caldwell
atau James Ingram, misalnya, JJF menghadirkan sejumlah musisi-musisi
jazz papan atas, seperti Joe Sample & The Crusaders, Pat Martino,
Franco D' Andrea, Kazumi Watanabe, Terumasa Hino, Michiel Borstlap,
Harvey Mason, hingga The Manhattan Transfer.
Sejak hari pertama JJF, penonton membludak. Kemacetan menghiasi
kawasan JCC dan sekitarnya. Begitu juga dengan antrian panjang
penonton yang ingin menyaksikan special show Bobby Caldwell
atau James Ingram.
Mahalnya tiket membuat sebagian penonton tak mau rugi. Dari
pengamatan Horizon-line.Com, "harga khusus" para calo adalah:
Rp. 300 ribu untuk tiket harian dan Rp.150 ribu untuk special
show.
Mau yang lebih murah lagi? Gampang. Lewat perantara seorang calo,
Anda dapat masuk tanpa tiket! Caranya, berikan dua lembar uang
pecahan Rp.100 ribu ke si calo, dan melalui kedipan mata kepada
petugas penyobek karcis, beberapa penonton melenggang masuk dengan
bebas. Ini terlihat di hari pertama JJF.
Penasaran dengan JJF 2008? Berikut ini adalah beberapa rekaman
kamera, yang berhasil dibidik fotografer Afriadi Adi, untuk
Horizon-line.Com:



