Siapa
menyangka, penampilan kelompok Trisum di Taman Ismail
Marzuki, pada akhir tahun 2005 lalu mendapat sambutan yang sangat
baik dari penggemar musik di tanah air. Ketika itu, Dewa Budjana,
Tohpati, dan I Wayan Balawan tampil di satu panggung.
Penonton terpesona. Maka, permintaan untuk terus tampil bertiga
terus berdatangan.
Trisum pertama kali digagas oleh Dewa Budjana dan Tohpati.
Didukung I Wayan Balawan, trio ini terus eksis dan sempat melakukan
tur ke beberapa kota beberapa waktu lalu. Maka, April 2007 lalu
album Trisum - 1st Edition dirilis ke pasar musik
tanah air oleh SonyBMG.
Yang menarik, di album perdana Trisum ini, pihak SonyBMG
memproduksinya dalam dua format, yaitu CD Reguler dan CD Deluxe.
Perbedaannya, pada CD Deluxe terdapat bonus berupa DVD The Making
of dari album Trisum.
Album 1st Edition turut didukung oleh sejumlah musisi
handal, yaitu Indro Hardjodikoro (electric bass), Sandy
Winarta (drum), Eugen Bonty (clarinet), Bang Sat
(seruling), dan Jalu Pratidina (kendang). Musisi-musisi
inilah yang kerap tampil bersama Trisum di setiap pertunjukannya.
Menikmati musik Trisum di album ini bagaikan mendengar dialog
tiga pendekar gitar dengan gaya yang berbeda. Simak permainan mereka
pada komposisi Cublak-cublak Suweng yang jenaka, misalnya,
atau Kr. Kemayoran -- karya Ismail Marzuki, yang menjadi
begitu "berbeda".
Budjana, Tohpati, dan Balawan memang bukan gitaris kemarin sore.
Itulah sebabnya, penjelajahan musikal yang coba ditawarkan di album
ini layak Anda simak. Dengarkan komposisi Mahabrata,
misalnya, yang kental dengan unsur etnisnya atau medley
komposisi Caka dan Lukisan Pagi yang melodius.
Komposisi karya Balawan, Mainz in My Mind, juga sangat
menarik untuk disimak. Balawan tampak dominan pada komposisi ini.
Dan, ketika tiba saatnya, Budjana dan Tohpati langsung mengganti
dominasi teknik tapping dari Balawan dengan pola permainan
gitar yang mereka miliki.
Tampilnya Trisum di jagat musik Indonesia mengingatkan kita pada
hal serupa yang pernah dilakukan oleh pendekar gitar dari genre
musik Rock, yaitu Joe Satriani, Steve Vai, Ingwie
Malmsteen, dan John Petrucci, yang berkolaborasi merilis
beberapa album live G3. Di ranah musik jazz, kita juga pernah
menikmati kolaborasi John McLaughlin, Paco de Lucia,
dan Al DiMeola, yang juga sempat merilis album akustik.
Nah, bagi Anda yang ingin menikmati permainan gitar dari tiga
gitaris tanah air, yang memiliki pola permainan dan gaya yang
berbeda, maka album Trisum - 1st Edition layak Anda
jadikan referensi. (ymn)