Jazz & Tuxedo di Pulau Bintan

By on December 4, 2000

JAZZ dan Tuxedo memang tak ada hubungannya. Namun, bila menonton sebuah pagelaran jazz, dengan busana wajib tuxedo, maka ini baru kejutan. Adalah Batam Jazz Forum (BJF) yang berhasil menggelar dua buah acara jazz, yaitu Telkomsel Jazz Rendezvouz (17/11) dan Jazz Gastronomique (18/11). Sambutan penonton pun, seperti dilaporkan koresponden Horizon-line.Com dari Batam, Hendra Sinadia, sangat bagus.

Telkomsel Jazz Rendezvouz, yang dilaksanakan di Batam, adalah even perdana yang mengawali dua acara BJF tersebut. Sambutannya cukup baik. Agaknya para eksekutif muda Batam, cukup haus dengan sajian musik bertema jazz. Cover charge sebesar Rp. 80 ribu terjual habis. Aplaus panjang akhirnya diberikan kepada Idang Rasjidi & Friends, yang terdiri dari Idang (keyboard), Bintang (bas), Cendy Luntungan (drum), Embong Rahardjo (flute/saksofon), serta didukung oleh Utha Likumahua dan Margie Seger (vokal).

Rombongan musisi jazz dari Jakarta itu berhasil menghibur penonton, dengan komposisi-komposisi jazz seperti Maputo, Mr. PC, One Hundred Ways, Canteloupe Island, hingga Come With Me. Utha Likumahua membawakan komposisi Rame-rame, Blue Rondo A La Turk, dan Esok Kan Masih Ada. Sedangkan Margie Seger, tampil menawan dengan komposisi Kesepian.

Yang menarik, Walikota Batam, H. Nazieb Soesila Dharma, tampil membawakan komposisi Summertime, yang disambut dengan tepuk tangan dari para hadirin yang memadati tempat pertunjukan. Idang Rasjidi & Friends tampak antusias mengiringi gaya bernyanyi Pak Walikota.

Di Bintan, kemasan acara dibuat lebih ekslusif. Setiap pengunjung menggunakan pakaian wajib: black tie atau busana formal. Dan, sebelum pentas jazz digelar, cocktail party yang mewah membuka acara tersebut. Idang & Friends – minus Utha Likumahua – akhirnya membuka acara ekslusif itu. Penonton, yang membayar cover charge sebesar SIN $ 80, terlihat sangat antusias. Rata-rata penonton saat itu adalah para ekspat asal Amerika, Eropa, dan Singapura.

“Kami sangat menikmati makanan, musik jazz yang yang indah, dan pesta coctail di malam yang berkesan itu,” tulis seorang ekspat asal Amerika yang dikirimkan kepada pihak BJF.

BJF memang paling getol menggelar even-even jazz bulanan. Temanya bermacam-macam. Dukungan Pemerintah Otorita Batam dan pihak sponsor – Telkomsel, Indosat – agaknya menjadi salah satu penyebab dari terus berkembangnya jazz di pulau Batam. Dan, semangat para pengurus BJF juga tak boleh dianggap enteng. Karena merekalah Batam terus bergeliat dengan jazz.

Rencananya, di kawasan Lagoi Bintan, yang berdiri megah 8 resort berbintang 5 itu, pihak BJF dan Restaurant at Ria akan menggelar even jazz rutin dua bulan sekali. Anda ingin bergabung? (ymn/hendras)