Jazz Klasik Dengan Warna Eropa

By on July 17, 1999

Makin tua, makin berisi. Kira-kira itulah sebutan bagi seorang pemain bas sekaliber Charles Mingus. Betapa tidak, albumnya yang bertitel Mingus Moves (1973), telah dirilis kembali pada 8 Juni lalu. Itupun karena tingginya permintaan publik jazz dunia terhadap musisi nyentrik ini. Inilah sebuah album jazz menarik yang kaya dengan unsur musik klasik bergaya Eropa.

Album ini sebenarnya sudah dipasarkan sejak 1974, dengan label Atlantic Record. Komposisi-komposisi yang dihadirkan di album ini merupakan buah karyanya sejak era 50-an hingga awal tahun 60-an, dan di rekam di New York pada bulan Oktober 1973. Komposisi-kompoisi di album ini, seperti dilaporkan situs CDNow.com, merupakan fase akhir dari karirnya, sebelum meninggal di usia 79 tahun.

Pada album Mingus Moves, Mingus didukung pula oleh Honey Gordon dan Doug Hammon (vokal), George Adams (tenor saksofon, flute), Ronald Hampton (trumpet, tambourine), Don Pullen (piano, organ), Dannie Richmond (drum), dan Minggus (bas). Sedangkan produsernya adalah Nesuhi Ertegun.

Yang menarik dari album ini adalah kentalnya warna Afrika yang dikawinkan dengan unsur musik klasik khas Eropa, seperti yang terdapat pada komposisi “Canon“. Pada komposisi ini, misalnya, Mingus didukung dengan baik sekali oleh Adams dan Hampton. Sedangkan pada komposisi “Opus 4“, Mingus mencoba menawarkan gaya avant-bob dan smoth swing. Semuanya memang menawarkan sesuatu yang baru pada zamannya.

Agaknya, Mingus memang menawarkan komposisi jazz dengan nuansa klasik bergaya Eropa yang cukup kental di album ini. Hal ini terlihat pada tujuh komposisi yang ditawarkan. Komposisi-komposisi seperti “Opus 3” dan “Canon“, misalnya, cukup menggambarkan hal tersebut. Sedangkan pada komposisi “Moves“, yang dinyanyikan dengan baik sekali oleh Honey Gordon, Mingus mencoba untuk tampil dengan warna blues yang cool. Tertarik? (ymn)