Indra Lesmana Reborn di Ultah Jamz

By on August 23, 2000

INDRA Lesmana agaknya sudah semakin mantap untuk eksis di jalur musik jazz. Gemerlap industri musik pop pelan-pelan mulai ditinggalkan. Jazz rupanya lebih memiliki daya magnet yang hebat, dibandingkan dengan jalur musik yang lain. Paling tidak hal tersebut dibuktikannya, menyusul dibentuknya Indra Lesmana Reborn (ILR). Dan, malam itu, Selasa (22/8), ILR tampil meramaikan HUT Jamz Pub ke-7, yang dirayakan secara sederhana di Jamz Pub, Jakarta.

Penampilan ILR cukup mendapat sambutan yang bagus dari para pengunjung Jamz. Komposisi “Reborn“, yang enerjik semakin memanaskan suasana New Orleans Music Lounge, Jamz. Inilah komposisi jazz yang menjadi awal dari kembalinya Indra Lesmana di jalur jazz. Malam itu, ILR diperkuat oleh Indra Lesmana (piano), Mates (bas), Dr. Iwang Gumiwang (perkusi), Wong Aksan (drum), Kevin (trumpet), Arif (saksofon), Riza Arshad (akordion).

Yang juga tampil meramaikan panggung Jamz malam itu adalah Bertha, yang tampil bersama ILR membawakan dua buah komposisi, Indro, dan dedengkot Jamz, Peter Gontha, yang sempat tampil memainkan piano bersama ILR, memainkan komposisi “Feel Like Makin Love”. Peter, yang mengaku telah bermain piano sejak 1958, sempat memuji permainan Indra Lesmana. Menurutnya, musisi-musisi jazz Indonesia sebenarnya memiliki bakat dan permainan yang cukup bagus. Ia kemudian mencontohkan Indra, Bubi Chen, Benny Likumahua, hingga Yantje Manusama.

Malam itu Jamz Pub, yang identik dengan musik jazz, boleh berbahagia. Tujuh tahun sudah usianya. Kehadiran Jamz, oleh banyak pencinta jazz, diibaratkan sebuah oase di padang tandus. Kerinduan pencinta jazz Indonesia dapat terobati, ketika secara berturut-turut musisi-musisi jazz internasional tampil di pub tersebut. Sebut saja Chick Corea, Ramsey Lewis, The Rippingtons, Lee Ritenour, Bob James, dan para dedengkot jazz dunia lainnya.

Yang turut meramaikan ultah Jamz adalah kelompok Warna, yang tampil memanjakan penonton di Mardi Gras, Jamz. Lebih dari sepuluh komposisi mereka ditampilkan dengan menarik. Sebelum Warna, sebuah home band juga sempat menampilkan beberapa komposisi R&B. Beberapa door prize dari sponsor, juga dibagikan kepada pengunjung yang beruntung.

Sekalipun saat ini Jamz telah memposisikan dirinya sebagai kelab umum, namun Jamz masih tetap memiliki predikat sebuah kelab jazz. Bahkan, boleh dibilang, Jamz adalah sebuah kelab jazz dan tempat berkumpulnya para musisi jazz Indonesia. Saat ini, di samping menyuguhkan musik jazz, Jamz juga menampilkan musik-musik Top 40, R&B, hingga disko klasik. Selamat Ulang Tahun Jamz! (ymn)