Incognito Menyihir Bandung

By on May 10, 2001

Kota Bandung yang dingin tampak “panas” pada hari Sabtu (5/5), dua pekan lalu. Pasalnya, kelompok Incognito, yang berhasil menggoyang Jakarta sehari sebelumnya (4/5), hadir memukau penonton di Gedung Sabuga, ITB, Bandung. Sebuah even musik yang membuat atmosfir kota Bandung bergairah. Tiket pertunjukan, seperti dilaporkan koresponden Horizon-line.Com, Dikhsie Fauzie dan Nugroho P.H, ludes terjual.

Sama seperti Jakarta – juga kota-kota lain yang disinggahi kelompok acid jazz asal Inggris itu, pertunjukan di Bandung cukup mendapat perhatian penonton. Antrian panjang, dan desak-desakan pengunjung, terlihat begitu kontras. Bahkan, panitia sempat mengubah konfigurasi untuk tempat duduk penonton.

Incognito, kelompok acid jazz yang pernah menjadi bintang di Jakarta International Jazz Festival 1997 ini, langsung menampilkan komposisi pembuka: Colibri, tepat pukul 20.00 WIB. Sekalipun sempat molor selama satu jam, penonton langsung memberikan aplaus untuk Bluey dkk, sementara sound system tampak kurang bersahabat.

Sederetan komposisi-komposisi andalan, semisal Castles In The Air, Night Over Egypt, Always There, Bring You Down, Everyday, hingga Still A Friend of Mine, disuguhkan dengan sangat menarik. Penonton bergoyang mengikuti ritme lagu yang ditawarkan, terutama pada komposisi Still A Friend of Mine. Pada kesempatan itu, Bluey dengan kekuatan entertainernya, berhasil membuat penonton Bandung untuk berbagi suara.

Selain Bandung, Incognito juga sukses menggoyang publik Yogyakarta dan Semarang, menyusul sukses mereka di Surabaya dan Jakarta. Kisah sukses mereka tak lepas dari dukungan A Mild Live Production dan promotor Buena Produktama, yang pernah sukses mendatangkan George Benson, Al Jarreau, hingga David Benoit. (ymn/dikshie, nugroho – Bandung)