Fourplay-Yellow Jackets Menyihir Surabaya

By on August 16, 2006

Publik pecinta musik jazz di Surabaya kembali mendapat kesempatan menikmati pagelaran musik jazz internasional  bertajuk  Dji Sam Soe Super Premium Jazz Fourplay & Yellow Jackets. Acara yang digelar pada hari Minggu (13/8), di Hotel Shangri-la, Surabaya, benar-benar memuaskan pencinta jazz yang ada di Surabaya. Lebih dari 1200 komunitas jazz Surabaya menyaksikan konser jazz yang juga dimeriahkan oleh Maliq n D’essentials dan Syaharani.

Pertunjukan dimulai tepat Pukul 20.00 WIB, dan diawali dengan penampilan Maliq n D’essentials. Kelompok R&B ini berinteraksi hingga membuat penonton ikut bernyanyi. Maliq n  D’essential tampil membawakan komposisi yang cukup akrab seperti Kangen dan Terdiam.

Tampilnya Fourplay dan Yellow Jackets di Indonesia adalah bagian dari serangkaian promo tur album terbaru mereka dibeberapa negara, termasuk Asia. Setelah Maliq n D’essential, penampilan selanjutnya adalah Yellow Jackets. Diawali intro permainan saksofon Eric Marienthal dan cabikan bas yang dominan dari Jimmy Haslip, mengawali komposisi pembuka, Spirit Of The West.

Pada komposisi berikutnya, Go-Go, penonton yang hadir di ballroom Shangri-la Hotel ikut bergoyang dan bertepuk tangan mengikuti irama yang dimainkan Jimmy Haslip (bas), Russel Ferrante (keyboard), Eric Marienthal (saxaphone), dan Marcus Baylorr (drum).

Kelompok Yellow Jackets, yang sudah merilis sekitar 23 album itu, membawakan lima komposisi, seperti Spirit of the west, Go-go, Run Feryer Life, Sea Folk, Claire’s Song, plus sebuah komposisi, kolaborasi dengan Syaharani, De Dia.

Pada komposisi Run Feryer Life , penampilan masing-masing personil terlihat sangat impresif. Begitu pula dengan aksi Syaharani, yang mendapat sambutan bagus dari penonton saat membawakan De Dia, yang diambil dari album teranyar miliknya bersama The Queenfireworks.

Selepas Yellow Jackets beraksi, penonton dibuat menunggu sekitar 10 menit. Banyak di antaranya yang sibuk membeli makanan dan minuman yang dijajakan. “Jedah 10 menit untuk mengganti seting panggung yang baru,” ujar Piter Basuki, dedengkot Buena Production saat jumpa pers.

Fourplay akhirnya muncul di panggung. Kelompok beraliran Smooth Jazz ini tampil dengan formasi lengkap, yaitu Bob James (piano/keyboard), Nathan East (bas), Larry Carlton (gitar) dan Harvey Mason (drum) dan langsung menggebrak penonton dengan komposisi Galaxia. Penonton yang memadati Shangri-la Ballroom pun bertepuk tangan. Komposisi Chant dibawakan dengan lembut, suara sang basis Nathan East ikut ditirukan penonton yang hadir malam itu.

Ada yang menarik. Ketika membawakan komposisi Eastbound, misalnya, semua personil Fourplay tiba-tiba menghentikan permainan mereka dan langsung bergaya layaknya sebuah patung hidup. Itu terjadi  sekitar 30 detik. Suasana pun berubah menjadi sunyi, dan secara tak terduga Fourplay melanjutkan komposisi tersebut, disusul dengan Journey, Tally Ho, Amazing Grace dan Bali Run. Kelompok yang baru saja merilis album Fourplay X ini pun langsung turun panggung.

Penonton seperti tak puas dengan penampilan mereka dan terus bertepuk tangan dan memaksa Fourplay kembali menunjukan kebolehannya. Malam itu, pencinta jazz kota buaya benar-benar terpuaskan. Skill individu dari Fourplay dan juga sang legenda, Yellow Jackets, benar-benar memberikan sajian hiburan yang apresiatif.
(Liputan & Foto : Donny L, Surabaya)