Eksplorasi Gitar Seorang Al Di Meola

By on January 22, 2001

Seperti Spain yang membuat tonggak dan menjadi lagu legendaris Chick Corea, Mata Hari juga menjadi  penggerak eksplorasi melodi yang ekspansif dan vocal lines yang romantik. Komposisi Mata Hari ditulis oleh Al Di Meola, jawara gitar jazz yang saat itu memainkan gitar elektrik & roland gitar synthesizer, dan Jan Hammer pada elkektrik kibor.

Komposisi ritmenya terdengar sarat energi rock — dengan penggunaan volume tinggi, dan intensitas permainan yang tinggi pula. Gitar Al tentu saja terdengar seperti biasa: cepat, jernih dan elegan. Itulah gebrakan Al Di Meola di album Scenario.

Hampir duapuluh tahun kemudian, di album baru The Grande Passion, gitaris bertampang teknokrat itu masih saja bereksplorasi. Setiap beat dari musiknya bagiakan masih bisa dibagi-bagi. Di album The Grande, misalnya, sosok yang melegenda sebagai figur terhormat di bidang jazz dan progressive rock ini – bersama grup akustiknya World Sinfonia – masih melanjutkan tradisi multi tafsir yang secara natural diusung world music.

Al tentu saja membungkusnya dengan visi jazz-nya yang kontemporer. Untuk kerja kerasnya ini, Al masih dikawal teman-teman yang punya reputasi internasional, Mario Parmiasno (piano), basis kondang John Pattitucci, gitaris/vokalis Hernan Romero, perkusionis Arto Tuncboyacian, Gilad dan Gumbi Ortiz.

Enam komposisi ditulis Al Di Meola, tiga sisanya ditulis oleh master tango asal Argentina Astor Piazzola, yakni komposisi Double Concerto, Soledad dan Libertango. Pertemanan Al dengan Piazzola – sebelum sang master meninggal – tak pelak ikut memberi andil pada bahasa latin gitar Al Di Meola. Secara estetik, pemahaman Latinnya sekaligus mengungkapkan uneg-uneg dan idealismenya bermain musik.

Nama Chick Corea dan Return To Forever tahun 1974 sangat berarti buat Al. Bergabung bersama orang-orang cerdas membuat style, emosi dan ‘rasa’ Al makin berkembang. Pergulatan karirnya penuh tantangan kreatif.  Ia membentuk Guitar Trio dam bereksplorasi dengan itu.

Bersama Peter Gabriel dan Paul Simons, album Winter Nights mendapat tanggapan baik dari para kritisi. Debut album produksi Telarc The Infinite Desire ini, kabarnya terjual hingga 100.000 kopi dan mondari-mandir di papan atas tangga lagu jazz kontemporer versi Billboard.

Album The Grande Passion memuat sembilan komposisi: Misterio, Double Concerto, Prelude: Adagio for Theresa, The Grande Passion, Asia de Cuba, Soledad, Opus in Green, Libertango dan Azucar. (mnh/ymn)