Eksotisme Budaya Afrika di Eropa

By on March 7, 2000

KEBUDAYAAN dan musik Afrika, yang kaya dengan unsur perkusinya, semakin mendapat perhatian yang besar di Eropa. Tepatnya di Wursburg, Jerman, pada 26 – 28 Mei mendatang, akan dilaksanakan sebuah perhelatan kebudayaan Afrika terbesar di Eropa, yang diberi nama: International Afro Music Festival 2000 (IAMF). Tahun ini, festival yang mempagelarkan musik dan kebudayaan Afrika itu, adalah pelaksanaan yang ke-12.

Eksotisme Afrika agaknya tetap laris untuk dijual. Maka, sejak jauh-jauh hari, pihak panitia festival tahunan tersebut telah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Festival tersebut, seperti dilaporkan Ratna Sari Koch, koresponden Horizon-line.Com di, Heilbron, Jerman, akan menampilkan parade kebudaya dan musik Afrika, termasuk jazz.

Musik jazz Afrika  juga mendapat tempat di festival tersebut. Terbukti dengan tampilnya dedengkot musik jazz Afrika, Hugh Masakela, pada perhelatan tahunan itu. Masakela, tokoh jazz yang juga seorang peniup trumpet ini, rencananya akan tampil bersama kelompoknya di hari pertama festival tersebut.

IAMF diselenggarakan oleh Afro Project e.V, sebuah yayasan pengembangan musik di Wuerzburg, Jerman, dan bekerjasama dengan Komisi Eropa, Kementrian Dalam Negeri Jerman, Bavarian State Ministry, The South Africa Embassy, SAFRI, König und Bauer Stiftung, Mercedes Benz, the Deutsche Telekom dan the Bureau de la Musique Française.

Di samping parade musik dan kebudayaan, beberapa acara menarik, seperti bazar, workshop, serta program pengenalan musik dan kebudayaan untuk anak-anak turut pula dilaksanakan pada kesempatan itu. Horizon-line.Com, rencananya, akan meliput secara langsung festival musik dan kebudayaan Afrika tersebut, pada Mei mendatang. Nantikan liputan kami! (rsk/yollismn)