Dunia Biru Miles Davis – Kind of Blue 50th Anniversary

By on September 16, 2010

Oleh: Jerry S Justianto

Puluhan jam telah saya lewati hanya untuk mendengar, membaca, menonton, menganalisa, ataupun asyik larut dalam pembicaraan mengenai Kind of Blue, salah satu maha karya trompetis jazz ternama.  Miles Davis, atau yang biasa di panggil Miles.

Album ini di release pada tanggal 17 Agustus 1959 yang sampai tahun 2008 sudah terlual lebih dari 4 juta keping di Amerika saja.  Dashyatnya derivative dari karya ini melahirkan puluhan karya tulis, ratusan interpretasi musik, metode pembelajaran jazz yang di pakai pada kurikulum sekolah, karya puisi, phorography, lukisan, dan yang paling penting imajinasi orang yang mendengarkannya.

Terlalu banyak yang harus saya tulis, outline demi outline coba saya buat untuk menjelaskan kekaguman saya terhadap album satu ini.  Namun tidak dapat berhasil mengungkapkannya dengan baik.  Ada beberapa buku yang saya pernah baca yang khusus mendiskusikan karya ini, yang terbaik bagi anda yang mau coba menjelajahi petualangan seimbang antara art and science bisa di mulai dari buku:

Kind of Blue: The Making of the Miles Davis Masterpiece oleh Ashley Khan, buku ini mempunya kelebihan dalam menceritakan bagaimana Miles datang ke studio dengan hanya sebuah konsep tanpa chorts, semuanya dilakukan untuk sebuah nama- improvisasi.  Sembuah gerakan Jazz yang di sebut Modal menjadi terkenal.  Khan juga menceritakan kegiatan studio dari sesi pertama di tanggal 2 Maret 1959 jam 14:30 dan Sesi ke 2 pada tanggal 22 April 1959 jam yang sama, di Studio Columbia 30th Studio, NYC.  Khan dengan teliti menceritakan dibalik proses rekaman dari take ke take yang lainnya.  Dan juga analisa dari fragment yang belum di terbitkan.  Setelah membaca buku ini kita akan merasakan sesuatu yang berbeda ketika mendengarkan Kind of Blue kembali.  Kita akan masuk kedalah bahtera badai otak dan seni dari pemain jazz: Cannonbal Adderley (as), John Coltrane (ts), Bill Evans (p), Wynton Kelly (p), Paul Chambers (b), dan Jimmy Cobb (d).

Wikipedia juga turut membuat khusus situs untuk album ini.  Dapat merupakan titik awal yang bagus untuk penjelajahan terhadap album ini.

Kind of Blue (50th Anniversary) [BOX SET], seorang kawan baik saya Dian Sutanto tahun lalu, berkesempatan membelikan saya edisi khusus dari album ini.  Didalamnya terdapat buku ukuran meja kopi, piringan hitam berwarna biru, photo, poster, CD dan juga DVD.  Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dari dokumentasi box set ini yang terangkum dengan baik yakni:

1. Kind of Blue adalah sebuah proyek experimental dalam hal musik yang ada di album ini.  Banyak kritikus yang sudah menjelaskan kalau musik di KOB di buat atas Scales bukan Chords, ini berbalik dari kebiasaan yang ada, tetapi ini adalah keinginan Miles untuk menjauhi hal itu supaya soloist di rekaman ini bisa bergerak dari sebuah ketentuan yang terlalu banyak dan juga menjadi sulit di duga.  Tetapi Miles masih lebih cool dalam menterapkan sisi spontanitas ini tanpa terjerumus kepada era free-jazz yang di lakukan oleh Ornete Coleman.

2. Kind of Blue merupakan kejutan ulang dari Miles Davis setelah rekaman Birth of the Cool di tahun 1949 yang juga mendobrak kebiasaan musik swing pada saat itu.  Selain semangat integrasi antara pemain hitam dan putih, disini Miles juga mengajak pianist Bill Evans untuk memainkan beberapa lagu: So What, Blue In Green, dan Flamenco Sketches (yang dimainkan Chris Botti pada konser musiknya di Jakarta).

3. Kind of Blue juga merupakan rekaman yang mengambil keuntungan dari adanya piringan hitam format long-play.  KOB bukan hanya berupa seri rekaman track-track yang tidak berhubungan.  KOB merupakan album konsep yang menciptakan mood, mengembangkan kesan narasi, inter-relasi antara track secara kohesif. Gabungan dari tempo yang cukup cepat, sebuah ballad, sebuah blues, dan standard modal, dalam mood yang bisa dibilang Kind of Blue.

Dunia Biru ini tidak selesai dari interpretasi diatas, saya pun teringat ketika tahun 1989, kawan saya Nicky Chock seorang penyiar Jazz program di KTUH, radio yang berada di University of Hawaii menanyai saya tentang karya Miles yang saya suka, saya dengan datarnya bilang semuanya terutama album ‘Round About Midnight.  Kemudian dia cerita saya harus berulang-ulang lagi mendengarkan Kind of Blue, karena album itu yang dapat kita lihat menjadi benang merah perkembangan musik Miles.  Lagu So What di album ini akan terus dimainkan sampai era tahun 1970an dengan elektronik dengan versi yang akan sangat berbeda.  Setelah diskusi kita tentang Miles dan terutama Kind of Blue ini, saya mulai mendengarkan kembali KOB sampai saya akhirnya menempatkan KOB menjadi album yang ‘ter-ter-ter’ semuanya dari Miles.  Mahalo to Nick (Terima kasih dalam bahasa Hawaii).  Besokannya ketika dia siaran, dia mengirimkan lagu So What untuk saya.

Lagu So-What ini pun yang pernah saya baca (saya tidak menemukan referensinya), dimana seorang instruktor Jazz memulai kelasnya dengan memainkan rekaman So What kepada murid-muridnya.  Kemudian dia mulai pengajarannya.

Akhirnya, album ini pun sangat unik dalam sejarah releasenya.  Karena selama dari tahun 1959 sampai dengan 1992, side satu material di album ini dikeluarkan dengan sedikit off-pitch.  Terutama lagu-lagu yang berada di sisi satu dari piringan hitam dan remaster CDnya.  Selama 33 tahun So-What yang di kenal adalah sepanjang 9:02 padahal versi rekaman aslinya adalah 9:22, Freddie Freeloader dari 9:33 menjadi 9:46, Blue in Green dari 5:26 menjadi 5:37.  Luar biasa bukan.  Kalau anda mau mendapatkan CD yang sedikit off-pitch masih bisa mendapatkannya lewat versi CD Columbia nomor CK 40579.

Richard Stevenson dalam bukunya Live Evil: A Homage To Miles Davis, buku kumpulan puisi yang terinspirasi dari karya-karya Miles Davis dengan piawainya menjelaskan Kind of Blue menjadi sebuah makna yang sangat dapat dimengerti dengan bahasa hati: Puisi.  Penggalannya adalah:

Kind of Blue
Such a delicate, transitory melody –
a sketch, or , no, a Japanese Sumi
ink painting…

Five tunes, five sunshine sketches,
five birds on telephone wires,
five shots that would hold the silence
of a feather falling slowly ever after
and fix it like a fossil in wax forever
and change the very clay you stepped in.

Richard Stevenson benar dalam hal ini, saya selalu melihat Kind of Blue bukan sebagai sebuah puisi.  Terlalu simple untuk sebuah karya hebat ini menjadi sebuah puisi.

Dengarkan Flamenco Sketches:

Untuk saya Kind of Blue adalah sebuah Haiku.
Sebuah intisari inspirasi dalam bentuk asal yang tidak terkontiminasi.  Sebuah daun jatuh kedalam empang tua di atas bukit, riaknya akan berbeda untuk si katak, untuk si batu, untuk lumut yang berada dekat tangga.  Belaian daun membuat udara lebih dingin, menciptakan angin yang melayangkan daun untuk daun yang lain.  Bunyi daun jatuh itu adalah Kind of Blue.  Yang lainnya adalah keindahan. (JSJ)

Artikel ini juga pernah dirilis di Kompasiana