Diana Krall, Tampil Memukau di New Orleans

By on May 8, 2000

Liputan langsung Horizon-line.Com dari New Orleans (2)

SUHU UDARA yang panas dan kering di New Orleans, Sabtu (6/5), pekan lalu, agaknya tak mengganggu riuhnya pesta jazz tahunan, The New Orleans Jazz & Heritage Festival 2000 (TNOJ). Penonton, yang diperkirakan mencapai 500 ribu jazz lovers, membludak memadati panggung-panggung jazz yang disediakan pihak panitia.

Siang itu, Sabtu (6/5), di New Orleans, udara memang sedang panas-panasnya membakar kota. Namun, di tiga panggung: House of Blues Stage, Acura Stage, dan WWOZ Jazz Tent, seperti dilaporkan koresponden Horizon-line.Com, Rheni Riani, Steve Riley & The Mamou Play Boys, Cynthia Dewberry, dan Herman Ernest & HOB All Star Band, tampil memukau dengan komposisi-komposisi jazz menarik.

Penampilan mereka pun tampak atraktif. Chyntia Dewberry, misalnya, tampil nyentrik dengan busana Afrika yang khas. Vokalis wanita ini tampil membawakan komposisi-komposisi bertema etnik yang kental. Berbagai latar budaya menjadi tema dari setiap komposisinya. Di akhir penampilannya, Chyntia menyanyikan sebuah komposisi berbahasa Jepang, Sukiyaki — komposisi yang dipelajarinya saat tur di Jepang.

Yang tak kalah menariknya adalah penampilan Herman Ernest & HOB All Star Band. Komposisi-komposisi jazz bergaya New Orleans menjadi begitu menawan, ketika dibawakan oleh Herman, trumpetist, sekaligus vokalis ini. Sedangkan Steve Riley — dengan akordionnya — dan The Mamou Play Boys tampak menghibur dengan komposisi-komposisi jazz yang dibawakan dengan lincah.

Sementara itu, WWOZ Jazz Stage, pukul 13.40, waktu New Orleans, Al Belletto Big Jazz Band, tampak menarik perhatian para jazz lovers dari “kalangan tua”. Penyebabnya adalah komposisi-komposisi bergaya big band yang dibawakan mereka. Komposisi seperti Only The Lonely dan Coming From The Rain, yang lebih menonjolkan permainan saksofon Al Belletto, sangat improvisatif. Di akhir penampilan mereka, siang itu, komposisi Franky & Johny menjadi media ber-jam session. Setiap personil mendapat kesempatan untuk berimprovisasi.

Hari semakin sore. Jimmy Cliff, yang tampil komunikatif  dengan komposisi-komposisi bergaya reggae sempat menyedot perhatian kaum muda usia. Penonton tampak bergoyang mengikuti harmonisasi yang dihadirkan. Pada kesempatan tersebut, Jimmy agaknya membawa pesan-pesan perdamaian dalam setiap komposisinya. Sumber Horizon-line.Com, yang menyaksikan penampilan Jimmy, sempat tak kebagian tempat yang pas untuk menyaksikan. Posturnya yang kalah tinggi dengan penonton kebanyakan, adalah penyebabnya.

Diana Krall, pemenang dua Grammy Awards ini, adalah vokalis — sekaligus pemain piano — yang menjadi bintang saat itu. Komposisi andalannya, When I Look In Your Eyes, disambut dengan tepuk tangan yang meriah, sambil berdiri, oleh penonton yang memadati panggung WWOZ Jazz Tent. Diana juga membawakan komposisi Under My Skin, dari Cole Porter, yang semakin “membius” penonton.

Komposisi jazz agaknya bukan satu-satunya komoditi yang ingin ditampilkan oleh pihak penyelenggara. Beragam makanan khas New Orleans, seperti boiled crawfish, fried aligators, pop-corn shrimp, jambalaya, hingga gumbo, menjadi “santapan wajib” dari pengunjung di hampir semua panggung jazz yang ada. Di samping jazz, makanan khas New Orleans yang lezat, pihak panitia juga menyelenggarakan berbagai tarian asli Amerika di sela-sela panggung pertunjukan. Hal terakhir ini juga mendapat perhatian yang gempita dari para pengunjung.

Di samping penampilan musisi-musisi jazz di atas, di panggung-panggung itu juga, para pendekar-pendekar jazz dunia lainnya, tampil menyihir para pengunjung. Mereka adalah Chick Corea & Garry Burton, mantan personil The Police, Sting, Astral Project, Erykah Badu, Lenny Kravits, Dave Brubeck, Harry Connick Jr., hingga Joe Sample. Penampilan para maestro jazz memang sangat ditunggu oleh para pengunjung yang berdatangan dari berbagai kota di Amerika, dan para turis yang kebetulan menyinggahi New Orleans. (ymn)