Chandra Darusman Menghibur Makasar

By on November 9, 2000

LAMA tak tampil di panggung, Chandra Darusman, yang kini sibuk di YKCI, diam-diam tampil di Makasar, pada 3 November lalu, dalam sebuah even musik bertema A Mild Jazz Nite di Salsa Pub, Hotel Sedona, Makasar. Selain Chandra, acara menarik tersebut juga diramaikan oleh penyanyi yang sedang naik daun, Syaharani.

Malam itu, seperti dilaporkan Andi Mangara kepada Horizon-line.Com, Chandra tampil membawakan beberapa komposisi jazz. Di antaranya adalah Shakers Song, Take of To Padang, Cinderamata, There Will Be Another You, dan mengiringi Syaharani yang membawakan komposisi  It Might be You. Publik jazz Makasar pun terpesona karenanya. Agaknya penampilan Chandra memang sudah lama ditunggu oleh penggemarnya di kota Anging Mamiri tersebut.

Syaharani juga tak mau kalah. Penyanyi yang pernah tampil bareng Al Jarreau ini hadir membawakan beberapa komposisi jazz standar, seperti Autumn Leaves, Wonderfull World, Satin Doll, Dindi, dan diakhiri oleh komposisi Take The A Train. Tepuk tangan meriah akhirnya diberikan oleh sekitar 200-an penonton yang terpesona dengan penampilan Rani.

Penampilan Chandra dan Syarani malam itu diiringi oleh grup jazz terbaik di Makasar, Raymond Rehatta & Friends. Kelompok inilah yang membuka acara malam itu.

Di samping even jazz di atas, Makasar Jazz Society (MJS) – selaku pelaksana even tersebut, juga mengadakan diskusi musik dengan topik Hak Cipta, pada tanggal 4 November, dengan pembicara utama Chandra Darusman.

Banyak acara musik jazz yang pernah digelar oleh MJS. Di antaranya adalah Jazz on The Beach (1995), January Jazz (1996), Jazz Merah Putih (2000) dan Klinik Jazz di radio Merkurius, Makasar. Ketika itu, Bintang Indrianto, Bill Saragih, dan – lagi-lagi – Syaharani, hadir dan menghibur pencinta jazz di kota pantai tersebut.

MJS didirikan pada 1995 oleh Hendra Sinadia dan Andi Mangara (Saat ini Ketua MJS). Forum ini termasuk aktif dalam mensosialisasikan jazz di kota tersebut. Banyak musisi jazz Tanah Air yang pernah di undang, seperti Bill Saragih, Idang Rasjidi, Bintang, Cendy Luntungan, Dewa Bujana, Dullah Suweiileh, Indro, Oele Pattiselano, Bubi Chen, hingga Margie Segers.

Makasar, kota yang cukup jauh dari denyut nadi industri musik jazz di Jakarta, ternyata memiliki pencinta jazz yang cukup fanatik. MJS adalah bukti dari konsistensi pencinta jazz Makasar. Forum itulah yang mempersatukan penggemar jazz di kota yang pernah populer dengan nama Ujung Pandang itu. Kiprah MJS, di dalam mensosialisasikan jazz perlu diacungi jempol. Selamat untuk MJS. (ymn/hendras/andi, Makasar)