Cara Ken Burns Menginterpretasikan Jazz

By on January 18, 2001

Minggu-minggu ini, jazz jadi pembicaraan di negerinya jazz, Amerika. Ken Burns, penulis sekaligus sutradara film dokumenter “Jazz” menyuguhkan musik jazz secara komprehensif. Di film produksi Burns yang terbagi menjadi 10 seri ini, jazz — sebagai musik Amerika, dibahas tuntas, sejak cikal bakalnya di New Orleans hingga keberadaannya hari ini.

Dalam bahasa Burns, jazz dipandang dari berbagai sisi. Jazz adalah nafas negro Amerika yang ‘ngumpul’ dan main musik di lorong-lorong kumuh New Orleans. Jazz adalah sex, sebuah ritual badani yang menyatukan pria dan wanita. Jazz adalah ‘drugs‘ dan obat-obatan terlarang. Jazz adalah cerita tentang ras, hak asasi manusia dan kemerdekaan beraktivitas. Di tangan Burns jazz laksana prisma yang elegan dan multi tafsir. Bahasa gambarnya prismatis, dan tentu saja membuka cara pandang bagi terhadap warga Amerika.

Akhir pekan lalu, seri pertama film Jazz diputar di jaringan televisi PBS di Amerika. Tak pelak, komentar muncul dimana-mana. Amerika seperti bangun dari tidurnya. Inilah musik asli mereka. Inilah sejarah musik Amerika.

Orang boleh hormat kepada Ken Burns, namun bagi Pat Matheny, gitaris jazz penyandang predikat Grammy, persoalannya bisa jadi lebih jauh lagi. Lebih dari sekedar nostalgia dan memahami kebesaran para jawara jazz zaman dulu.

Menurut Metheny,  jazz jangan dilihat ke belakang. Namun justru bagaimana musik jazz itu memasuki babakan baru, dunia baru.

“Para master jazz itu memang tak dapat dipungkiri berjasa besar buat kita…tapi saya merasa terlalu banyak waktu dihabiskan untuk mengagumi itu,” kata Metheny kepada kantor berita Associated Press, saat menghadiri pertemuan Asosiasi Pengajar Jazz Internasional di New York.

“Sejarah memang penting dan kita tak akan melupakan sejarah. Ini cuma cara pandang baru saja, paling tidak menandingi para master jazz itu dengan karya-karya baru,” tambah Metheny.

Di dunia jazz, nama Pat Metheny memang disegani. Dialah anak jazz yang lahir di zaman rock, 46 tahun lalu. Album terakhirnya adalah Trio 99 -> ’00 bersama basis Larry Grenadier dan drummer Bill Stewart. (mnh)