|
.

.
| Jazz@Astaga! |
Rubrik ini
tersaji atas kerjasama Horizon-line.Com dan portal musik
Astaga!Com. Artikel-artikel tentang jazz yang tersaji di
rubrik ini juga dirilis di kanal musik Astaga!Com.
. |
|
Home
> Jazz@Astaga! > Artikel |
Chaseiro,
Senandung Jazz-nya Tetap Dirindukan
Jakarta - 30
Mar 01 13:23:52 WIB
Reuni para
jawara jazz tahun 70-an saat peluncuran I-Radio, Rabu (28/3) lalu,
cukup mengejutkan. Hadirnya Chaseiro, grup jazz kondang yang
berkarya antara 1979-1983, boleh jadi telah berhasil memburatkan
kenangan akan indahnya musik jazz di Tanah Air.
Salah satu
tembang abadi mereka, Pemuda, hingga kini masih saja banyak
disenandungkan. Kekuatan lirik dan komposisi musiknya yang timeless,
tak pelak membuatnya patut dinikmati.
Chaseiro
digawangi sejumlah musisi muda bertalenta tinggi saat itu. Tengoklah
nama-nama seperti Chandra Darusman (vokal, kibor), Helmie
Indrakusuma (vokal), Aswin Sastrowardoyo (vokal, gitar), Hudi
Hudioro(flute), Irwan B. Indrakesuma(vokal), Rizali Indrakesuma, dan
Omen (vokal).
Sayangnya,
kebersamaan mereka hanya mampu bertahan 4 tahun saja. Banyak
pertimbangan pribadi yang melatarbelakangi bubarnya band ini. Meniti
karir di luar musik, seperti yang dilakukan Rizali - kini sebagai
diplomat - adalah salah satunya.
Kendati
demikian, toh Chaseiro masih tetap dirindukan. Ini pula alasan
mereka untuk melanjutkan kejutannya dengan manggung kembali di
sejumlah kafe. Pada 9 April, mereka bakal tampil di Hore-Hore Cafe,
Kemang, Jakarta. "Ini reuni tak sengaja," ungkap Chandra.
Kebetulan memang, karena Rizali yang berkantor di New York, AS,
pulang ke Jakarta.
Lalu, pada 11
April mendatang, Chaseiro juga akan kembali unjuk gigi. Tapi
tampaknya ini adalah konser perpisahan mereka yang keduakalinya.
Sebab, selain untuk menandai kembalinya Rizali ke New York, Candra
pun bakal pamit ke Swiss. Di sana ketua YKCI ini akan bekerja di
organisasi Intelectual Property of Right internasional yang
bermarkas di Jenewa, Swiss.
Kalau begitu,
terima kasih Chaseiro! (deny secaatmaja)
|