Andien: “Saya Ingin Menjadi Penyanyi Profesional”

By on April 7, 2000
Andein

JAZZ, bagi banyak orang, adalah sesuatu yang rumit dan sulit dimengerti. Apalagi menjadikannya sebagai pilihan karir. Tapi, bagi Andien –penyanyi belia yang tengah naik daun — jazz adalah sebuah pilihan yang pasti. Andien memilih jalur jazzy untuk menjual kemampuannya berolah vokal. Album perdananya pun akhirnya diluncurkan ke pasar musik Tanah Air, Februari lalu. Sebuah langkah awal yang akan menentukan karirnya sebagai seorang penyanyi.

Andien belajar bernyanyi sejak berusia tiga tahun. Andien kecil, pada mulanya, memang belum memilih jazz sebagai jalur musiknya. “Waktu itu saya sudah menghafal sebagian besar lagu-lagunya New Kids On The Block,” ungkap Andien melalui surat elektronik kepada Horizon-line.Com. Nah, saat duduk di bangku kelas 3 SD, Andien mulai mengikuti berbagai festival di lingkup tempat tinggalnya, Cilandak, Jakarta Selatan. Menginjak kelas 6, oleh Ibunya, Andien dimasukan ke EMS (Elfa Music Studio), di bawah asuhan Elfa Secioria.

Lalu, mengapa tertarik dengan musik jazz? Pada mulanya, menurut Andien, jazz tak begitu diketahuinya. Pada saat begabung dengan EMS, lanjut Andien, Elfa Secioria seperti menemukan bahwa karakter vokal Andien lebih cederung jazzy, di bandingkan dengan musik pop. “Mama kemudian membelikan CD Astrud Gilberto,” ujar Andien yang mengaku suka dengan komposisi The Girl From Ipanema milik Astrud. “Bang Elfa-lah yang pertama kali ‘membawa’ Andien masuk ke dunia jazz”.

Album Andien bertitel “Bisikan Hati”, yang diluncurkan Februari lalu, agaknya mendapatkan tempat di hati penggemar musik di Tanah Air. Komposisi-komposisinya, yang sedikit jazzy, bahkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan setelah dirilis, menurut Andien, album yang banyak didukung musisi-musisi asing ini telah terjual sekitar 30 ribu keping. Luar biasa! Padahal, komposisi yang dihadirkan Andien berlatar belakang jazzy yang lumayan kental.

Proses penggarapan album Andien dilakukan sejak Agustus 1999 lalu. “Karena proses rekaman dilakukan di Singapore, maka banyak melibatkan musisi-musisi di sana,” lanjut Andien. Itulah sebabnya, di samping Elfa Secioria sendiri, album perdana penyanyi yang bernama lengkap Andini Aisyah Hariadi ini, turut pula didukung oleh Jeremy Monteiro, dan beberapa musisi asal Singapore.

Yang menarik dari album ini adalah dengan dipilihnya komposisi Detik Tak Bertepi, sebagai image songs JALan Tour 2000, milik maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL). Selain Andien, komposisi Mencintaimu , milik penyanyi sexy Kris Dayanti, juga terpilih oleh JAL sebagai special gift JALan Tour 2000.

Sekalipun memiliki kemampuan vokal yang jauh di atas rata-rata, Andien mengaku belum bisa dikatakan sebagai seorang penyanyi jazz. “Mungkin suatu saat, gelar Andien akan berubah menjadi penyanyi jazz, bila benar-benar sudah layak,” kata Andien, yang tak ingin jadual nyanyinya mengganggu kegiatannya di sekolah

Komposisi-komposisi pada album yang digarap oleh Elfa Secioria ini terbilang cukup menarik. Komposisi My Funny Valentine, misalnya, dibawakan Andien dengan karakter vokal yang khas. Karakter vokalnya juga tampak dewasa, melebihi usianya yang belum genap lima belas tahun. Simaklah komposisi Detik Tak Bertepi, yang video klipnya digarap di Rusia. Andien tampil dengan sosok yang berbeda. Karakter suaranya pun tampak matang. Nuansa pop sangat kental pada komposisi ini.

Kehadiran Andien di jagad musik Indonesia, sedikit banyak telah memberikan sebuah nuansa baru. Di tengah gemuruhnya musik beraliran SKA, yang banyak digandrungi remaja-remaja seusianya, Andien malah lebih cenderung kepada dunia musik jazz. “Jazz itu aneh, menantang, berjiwa, bebas, dan indah,” tambah penyanyi yang menganggap konsep video klipnya masih terlalu berat bagi remaja seusianya.

Itulah Andien. Dunia musik Indonesia, khususnya jazz, boleh berbangga. Ternyata, masih ada juga penyanyi belia dengan kualitas vokal yang bagus memilih jalur minoritas ini. Andien memang belum bisa dikatakan seorang penyanyi jazz. Kiprahnya belum terlalu banyak di dunia jazz Indonesia. Tapi, seperti cita-citanya, dia ingin menjadi seorang penyanyi yang profesional. Dan, bila saatnya telah tiba, dia akan mengikrarkan dirinya sebagai seorang penyanyi jazz. Selamat buat Andien! (yollismn)